Pemerintah Bebal Kebijakan, Bikin Ekonomi Rontok -5,32%
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun mengapa sektor ini secara keseluruhan hanya tumbuh 3,44% karena miskin ide inovasi, dan tuna kebijakan. Pihaknya meminta agar pemerintahmengatifkan palapa ring secara maksimal dan tiang-tiang listrik diberikan gratis untuk sementara kepada telkom dan telkomsel serta perusahaan swasta agar segera mengembangkan jaringan di seluruh penjuru negeri. "Jika hal sederhana ini bisa dilakukan, maka sektor infokom akan berkembang pesat. Karena tuna kebijakan maka sektor ini tumbuh sangat rendah, tumbuh seadanya seperti sekarang karena tidak punya daya pikir dalam," kata dia.
Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Tak Bisa Cepat, Menkeu Akui Kuartal III PE Bisa Negatif
Sebagai catatan, tingkat elektrifikasi sudah di atas 90% sehingga siap menjadi penopang sektor infokom. Namun jika saran kebijakan tersebut tidak laku, maka saya pastikan ada penyakit bebal kebijakan. Tidak hanya itu, pemerintah sehausnya bisa memanfaatkan peluang sektor drakula penghisap devisa, yaitu sektor kesehatan. Kebutuhan sektor kesehatan hampir tersebut mutlak didatangkan dari luar negeri, sektor pengimpor mutlak dari negara lain, yang juga ditingkahi setan monopoli dan rente yang luar biasa
besar.
Padalah sektor ini adalah sektor neraka bagi ekonomi karena menghisap devisa, melemahkan rupiah, menggerus perolehan ekspor, dan memelihara hutan rente ekonomi, yang menyakitkan. "Krisis ini adalah peluang untuk merontokkan drakula dan setan rente tersebut, yang menyebabkan biaya kesehatan dan harga obat mahal," kata dia.
Selain sektor kesehatan peluang krisis ini ada pada sektor pendidikan, kuncinya adalah mekanisme pendidikan normal baru secara daring. Tetapi pendidikan di kota dan Jakarta berbeda dengan pendidikan di desa dan luar jawa, yang macet karena tidak ada jaringan internet karena pemerintah kurang daya pikir padahal di sini peluang itu ada.
Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Tak Bisa Cepat, Menkeu Akui Kuartal III PE Bisa Negatif
Sebagai catatan, tingkat elektrifikasi sudah di atas 90% sehingga siap menjadi penopang sektor infokom. Namun jika saran kebijakan tersebut tidak laku, maka saya pastikan ada penyakit bebal kebijakan. Tidak hanya itu, pemerintah sehausnya bisa memanfaatkan peluang sektor drakula penghisap devisa, yaitu sektor kesehatan. Kebutuhan sektor kesehatan hampir tersebut mutlak didatangkan dari luar negeri, sektor pengimpor mutlak dari negara lain, yang juga ditingkahi setan monopoli dan rente yang luar biasa
besar.
Padalah sektor ini adalah sektor neraka bagi ekonomi karena menghisap devisa, melemahkan rupiah, menggerus perolehan ekspor, dan memelihara hutan rente ekonomi, yang menyakitkan. "Krisis ini adalah peluang untuk merontokkan drakula dan setan rente tersebut, yang menyebabkan biaya kesehatan dan harga obat mahal," kata dia.
Selain sektor kesehatan peluang krisis ini ada pada sektor pendidikan, kuncinya adalah mekanisme pendidikan normal baru secara daring. Tetapi pendidikan di kota dan Jakarta berbeda dengan pendidikan di desa dan luar jawa, yang macet karena tidak ada jaringan internet karena pemerintah kurang daya pikir padahal di sini peluang itu ada.
Lihat Juga :