BI Nilai Rupiah Ambruk Terimbas Kondisi Global

Selasa, 03 Oktober 2017 - 14:47 WIB
BI Nilai Rupiah Ambruk...
BI Nilai Rupiah Ambruk Terimbas Kondisi Global
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi beberapa waktu belakangan disebabkan oleh kondisi global yang juga mengalami ketidakpastian.

Pelemahan diklaim tidak hanya terjadi pada nilai tukar rupiah semata, melainkan terhadap mata uang beberapa negara lainnya. (Baca: Rupiah Dibuka Makin Terseok Hampir Tembus Level Rp13.600/USD ).

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, USD juga menguat terhadap mata uang India, Jepang, Singapura, dan China. Pelemahan yang terjadi terhadap rupiah pun bukan yang terburuk di antara lainnya.

"Hari ini, Indian rupee melemah 0,4%, yen melemah 0,33%, dolar Singapura 0,32%, rupiah 0,27%, renminbi 0,24%. Jadi lihat dulu perbandingan regional. Dari 20 September, Indonesia melemah 0,22%, rupee 1,9%, yen 1,7%, Singapura 1,6% dan Renminbi 1,6%. Apa artinya? Artinya global," katanya di Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya, USD sejatinya sejak awal tahun mengalami pelemahan. Namun, Presiden AS Donald Trump mengajukan proposal terkait penurunan pajak di Negeri Paman Sam tersebut. Jika dikabulkan kongres, maka USD akan semakin menguat.

"Trump mengajukan proposal baru terkait penurunan pajak di AS, walaupun ini belum komprehensif tapi proporsal ini jika diterima kongres dan senat, maka ini jadi harapan baru bahwa ekonomi AS akan tumbuh lebih cepat lagi. Sehingga, suku bunga naiknya jadi lebih cepat. Kalau gitu kan nilai dolar menarik kembali," imbuh dia.

Penyebab berikutnya, Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve, Jannet Yellen memberikan pernyataan bahwa suku bunga AS memiliki kemungkinan untuk naik lebih tinggi. Pernyataan tersebut membuat pasar mellihat ada kemungkinan kenaikan suku bunga untuk ketigakalinya di tahun ini.

"Yellen juga berikan statement seminggu lalu bahwa suku bunga AS kenaikan di Desember itu menjadi lebih kemungkinan naiknya lebih tinggi. Karena pasar belum percaya apakah AS akan turunkan di Desember apa enggak. Tapi pernyataan Yellen tersebut membuat pasar lihat bahwa kemungkinan naiknya suku bunga ketiga pada tahun ini akan terjadi," tuturnya.

Selanjutnya, sambung Mirza, adanya spekulasi mengenai adanya pergantian Gubernur Bank Sentral AS. Karena ditakutkan, calon pengganti Yellen akan memiliki pandangan moneter yang lebih ketat.

"Hal-hal gini oleh pasar keuangan dijadikan topik lah untuk 10 hari terakhir. Pada akhirnya kembali ke fundamental masing-masing. Yang jelas, kalau fundamental kita baik aja ya oke-oke saja," ujar Mirza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved