Ganjar Ungkap Strategi Sukseskan Masa Transisi Energi
Rabu, 08 November 2023 - 16:03 WIB
loading...
Ganjar Pranowo akan melanjutkan transisi energi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan program transisi energi baru terbarukan untuk mengurangi dampak buruk lingkungan akibat penggunaan energi fosil.
Baca juga: Ketum Parpol Pendukung Ganjar-Mahfud Kumpul di Gedung TPN, Fokus Bahas Pemenangan
Ganjar menjelaskan, saat ini memang batu bara masih menjadi sumber energi yang efisien meski punya dampak polusi yang lebih banyak dibandingkan sumber energi baru terbarukan. Namun penerapan transisi energi baru terbarukan tidak praktis menghentikan penggunaan batu bara secara masal, mengingat ongkos transisi yang masih mahal, dan batu bara juga masih menjadi penyumbang devisa negara.
Menurutnya, salah satu strategi dalam rangka penurunan emisi karbon, terutama yang disumbangkan oleh PLTU, adalah dengan mengadopsi teknologi. Setidaknya limbah yang dihasilkan bisa dikurangi dan tidak terlalu mencemari lingkungan.
"Ketika belum bisa kita kurangi dan masih butuhkan itu (batubara) maka kita akan gunakan teknologi yang tidak mencemari, apa itu? Ultra super critical," kata Ganjar dalam Sarahsehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (8/11/2023).
Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan saat ini sudah ada beberapa PLTU yang punya hasil limbah lebih bersih berkat adopsi teknologi. Salah satu contohnya PLTU yang berada di Yokohama, Jepang. Letak PLTU tersebut hanya berjarak 6 Km dari pusat kota, namun tidak banyak ditentang oleh masyarakat karena limbahnya tidak terlalu mencemari.
"Pencemarannya tidak? Tidak, karena pakai teknologi ultra super critical. Memang itu cukup mahal. Maka ketika kita belum bisa jelang transisi, ya ini harus kita pake. Kita gak bisa sok-sokan harus pindah, dan kemudian kita hancur, jangan," sambungnya.
Baca juga: Ketum Parpol Pendukung Ganjar-Mahfud Kumpul di Gedung TPN, Fokus Bahas Pemenangan
Ganjar menjelaskan, saat ini memang batu bara masih menjadi sumber energi yang efisien meski punya dampak polusi yang lebih banyak dibandingkan sumber energi baru terbarukan. Namun penerapan transisi energi baru terbarukan tidak praktis menghentikan penggunaan batu bara secara masal, mengingat ongkos transisi yang masih mahal, dan batu bara juga masih menjadi penyumbang devisa negara.
Menurutnya, salah satu strategi dalam rangka penurunan emisi karbon, terutama yang disumbangkan oleh PLTU, adalah dengan mengadopsi teknologi. Setidaknya limbah yang dihasilkan bisa dikurangi dan tidak terlalu mencemari lingkungan.
"Ketika belum bisa kita kurangi dan masih butuhkan itu (batubara) maka kita akan gunakan teknologi yang tidak mencemari, apa itu? Ultra super critical," kata Ganjar dalam Sarahsehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (8/11/2023).
Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan saat ini sudah ada beberapa PLTU yang punya hasil limbah lebih bersih berkat adopsi teknologi. Salah satu contohnya PLTU yang berada di Yokohama, Jepang. Letak PLTU tersebut hanya berjarak 6 Km dari pusat kota, namun tidak banyak ditentang oleh masyarakat karena limbahnya tidak terlalu mencemari.
"Pencemarannya tidak? Tidak, karena pakai teknologi ultra super critical. Memang itu cukup mahal. Maka ketika kita belum bisa jelang transisi, ya ini harus kita pake. Kita gak bisa sok-sokan harus pindah, dan kemudian kita hancur, jangan," sambungnya.
Lihat Juga :