Bos BI Rayu Investor Jepang untuk Investasi di Indonesia, Ini Tawarannya

Rabu, 08 November 2023 - 16:31 WIB
loading...
Bos BI Rayu Investor...
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengajak, investor potensial di Jepang untuk melakukan investasi di Indonesia. Ia juga menekankan lima faktor utama yang dapat menjadi dasar pertimbangan untuk berinvestasi di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus turut berkontribusi dalam mendorong ekonomi riil melalui promosi investasi dan perdagangan produk Indonesia ke pasar global, termasuk Jepang. Geliat investasi dan produk lokal yang diyakini mampu menjadi salah satu faktor yang mendorong pemulihan ekonomi nasional ini merupakan salah satu fokus kebijakan BI sebagai bank sentral.

Selain itu, BI juga melakukan dialog kebijakan antara BI dan para akademisi di Jepang terkait dengan bauran kebijakan BI yang diyakini mampu mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia. Kedua hal itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan promosi investasi dan perdagangan “Indonesia Investment Forum" di Tokyo, Jepang (6-7 November 2023), sebagai hasil kerja sama BI dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan ASEAN Japan Centre (AJC).

Baca Juga: Bahlil Umbar Perbaikan Kemudahan Investasi kepada Investor Jepang

Rangkaian yang bertujuan untuk penguatan kerja sama dan ajang promosi investasi ini, juga dilengkapi dengan program Dedikasi Bagi Negeri untuk sekolah RI di Jepang.

Pada kegiatan Indonesia Investment Forum, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengajak, investor potensial di Jepang untuk melakukan investasi di Indonesia. Ia juga menekankan lima faktor utama yang dapat menjadi dasar pertimbangan untuk berinvestasi di Indonesia.

"Pertama, makroekonomi Indonesia yang stabil; kedua, pertumbuhan yang tinggi; ketiga, reformasi struktural yang terus berlangsung; keempat, akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan; dan kelima adalah pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan," ujar Perry di Tokyo, Rabu (8/11/2023).

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Siapkan Karpet Merah buat Investor Jepang

Kesempatan ini juga menunjukkan betapa eratnya kerja sama Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama 65 tahun. Semangat dan jalinan kerja sama perlu semakin diperkuat karena kedua negara menghadapi tantangan global yang sama. Kerja sama kedua negara ini dapat dipererat salah satunya dengan peningkatan investasi Jepang di Indonesia.

Sebagai bentuk nyata dari upaya mendorong peningkatan investasi Jepang di Indonesia, Bank Indonesia bersama BKPM memfasilitasi business matching dengan investor untuk 10 proyek clean and clear (CnC) Indonesia yang terpilih melalui proses kurasi untuk ditawarkan kepada investor dan korporasi di Jepang.

"Kesepuluh proyek terpilih tersebut bergerak di sektor energi terbarukan, jasa, dan kesehatan. Tingginya minat investor Jepang berinvestasi di Indonesia ditunjukkan dengan penandatanganan letter of intent (LoI) investasi pada sejumlah proyek di Indonesia. Harapannya, forum ini secara konkrit mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan secara berkelanjutan antar dua negara," jelas Perry.

Untuk mendukung iklim investasi di Indonesia juga dilakukan diskusi yang membahas seputar perkembangan investasi termasuk local currency transaction (LCT) Indonesia-Jepang yang tidak hanya akan memperlancar perdagangan melainkan juga investasi langsung antar kedua negara.

Dalam pembahasan mengenai LCT, yaitu penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang lokal, mengemuka bahwa Jepang sebagai menjadi mitra dagang utama Indonesia dapat mengoptimalkan pemanfaatan LCT untuk mengurangi dominasi mata uang tertentu pada transaksi perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang.

"Implementasi LCT tersebut diyakini dapat bermanfaat antara lain untuk mendorong terciptanya kurs nilai tukar yang lebih efisien, pendalaman pasar keuangan dalam mata uang lokal, serta aspek teknis lainnya seperti kemudahan pembukaan rekening dan proses remitansi rupiah di Jepang," sambung Perry.

Sejauh ini, LCT antara Indonesia dan Jepang yang mulai diimplementasikan sejak Agustus 2020 terus menunjukkan perkembangan yang positif dan berpotensi untuk terus dikembangkan, sejalan dengan terus meningkatnya transaksi perdagangan, yang didominasi sektor manufaktur, pertanian dan pertambangan kedua negara.

Selain itu, untuk mendorong promosi perdagangan, khususnya produk lokal Indonesia, terdapat gelaran Indonesia Night bertema “Harmony Across Borders: Uniting Hearts, Strengthening Partnerships", sekaligus sebagai apresiasi budaya dan merayakan hubungan diplomatik 65 tahun antara Indonesia-Jepang.

Apresiasi ini dilakukan melalui pemberian wastra dari 15 UMKM unggulan binaan BI kepada 16 tokoh terkemuka yang merupakan stakeholder BI dan KBRI yang berperan signifikan dalam memperkuat kemitraan Indonesia dan Jepang. Pada kesempatan tersebut, BI juga mempromosikan produk unggulan yang meliputi wastra, pakaian jadi, kerajinan, aksesoris, home decor, modest fashion, dan kopi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved