Cegah Badai PHK, Pelaku Usaha Bergantung pada Belanja Parpol Jelang Pemilu 2024

Jum'at, 10 November 2023 - 16:33 WIB
loading...
Cegah Badai PHK, Pelaku...
Harapannya dengan masuknya tahun politik seperti saat ini, parpol (Partai politik) bisa berbelanja atribut partai dan kebutuhan kampanye ke pelaku usaha dalam negeri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi yang paling terpukul ketika pelemahan permintaan terjadi. Sehingga harapannya dengan masuknya tahun politik seperti saat ini, parpol (Partai politik) bisa berbelanja atribut partai dan kebutuhan kampanye ke pelaku usaha dalam negeri dan tidak perlu melakukan impor.

"Saya tidak berhenti mengingatkan kepada tim sukses capres dan cawapres, dan anggota legislatif, kaos itu (kebutuhan kampanye) pasti jutaan, harganya dan anggarannya cukup besar. Kita sangat berharap, supaya untuk tahun ini itu semua dibelanjakan di dalam negeri untuk menghidupi Industri kita," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sarman Simanjorang dalam Market Review IDXChannel, Jumat (10/11/2023).

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Belum Pulih, Hampir 42 Ribu Karyawan Sudah Kena PHK

Sarman mengakui, barang impor ini memang kadang cenderung menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan industri dalam negeri. Tapi menurutnya selisih perbandingan harga tidak terlalu jauh, namun jika mengonsumsi produk dalam negeri bakal berdampak pada masyarakat yang kemungkinan bisa bekerja kembali karena permintaan menguat.

"Sekalipun harganya lebih mahal sedikit, tapi kalau itu berputar dalam negeri, dan itu membantu memberikan kontribusi terhadap perekonomian kita, sehingga mereka mampu bertahan dan tidak melakukan PHK, dan tentu bisa memberikan kontribusi kekuatan ekonomi nasional," bebernya.

Baca Juga: Ekonomi Global Lemah, Sri Mulyani Bandingkan Kondisi Manufaktur RI, Eropa, dan China

Sarman Simanjorang mengatakan, saat ini kondisi industri manufaktur di tanah air masih belum menunjukan pemulihan. Hal itu berdampak pada badai PHK yang hingga saat ini diproyeksikan masih terus berlanjut.

Diterangkan olehnya, pelemahan permintaan pasar paling terasa pada sektor TPT. Sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga paling banyak terjadi di sektor tersebut yang juga merupakan industri padat karya.

"Kalau kita lihat dari kementerian ketenagakerjaan, bahwa sampai dengan bulan September, sudah terjadi PHK hampir 42 ribu karyawan, ini semua sektor padat karya," ujar Sarman

Menurutnya paling tidak ada 3 faktor yang menyebabkan industri lesu pada saat ini, pertama pelemahan pasar ekspor, pelemahan nilai tukar rupiah, dan membanjirnya produk-produk barang impor ke pasar domestik.

Berdasarkan data BPS kinerja ekspor Indonesia mengalami penurunan 4,26% secara tahunan, sedangkan untuk impor mengalami pelemahan 6,18% secara tahunan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Rekomendasi
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Sarwendah Buat Aduan...
Sarwendah Buat Aduan ke KPAI soal Nafkah Anak, Begini Tanggapan Ruben Onsu
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
Berita Terkini
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Infografis
Hormati Hak Pemilih...
Hormati Hak Pemilih yang Menuntut Pemilu 2024 Jurdil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved