Kolaborasi Pemanfaatan Karbon bagi Sektor Industri
Jum'at, 10 November 2023 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
“Kami mendorong penggunaan energy terbarukan agar dapat bersaing dalam pasar global yang mensyaratkan aspek pemenuhan emisi karbon rendah seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM)," tutur Airlangga dalam keterangannya, Jumat (10/11/2023).
Presiden Direktur Krakatau POSCO mengatakan kegiatan ini akan mendukung program Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Net Zero Emission di tahun 2060.
“Perusahaan industri baja seperti KrakatauPOSCO memiliki potensi besar untuk mengembangkan pemanfaatan karbon, namun masih diperlukan kebijakan yang mendukung infrastrukturnya," ungkap Kim Kwang Moo.
Selain itu, sebagai langkah nyata dalam merealisasikan industri baja yang ramah lingkungan, Krakatau POSCO di waktu yang sama melakukan kerja sama dengan PT Krakatau Chandra Energi dalam aspek jual beli energi yang dihasilkan dari panel surya yang akan dibangun di atap pabrik Hot Rolling Plant dengan kapasitas 1.242 MWp. Instalasi panel surya ini mampu menghasilkan listrik sebesar 1.6420 MWh per tahun yang menjadikan PLTS atap ini merupakan PLTS atap terbesar di Industri baja di Indonesia.
Kim Kwang Moo mengatakan bahwa, listrik tersebut digunakan untuk memasok seluruh kebutuhan listrik di gedung kantor Hot Rolling Plant. Hal ini akan mampu mereduksi emisi karbon sebesar 1.407,2 ton emisi CO2 per tahun.
Presiden Direktur Krakatau POSCO mengatakan kegiatan ini akan mendukung program Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Net Zero Emission di tahun 2060.
“Perusahaan industri baja seperti KrakatauPOSCO memiliki potensi besar untuk mengembangkan pemanfaatan karbon, namun masih diperlukan kebijakan yang mendukung infrastrukturnya," ungkap Kim Kwang Moo.
Selain itu, sebagai langkah nyata dalam merealisasikan industri baja yang ramah lingkungan, Krakatau POSCO di waktu yang sama melakukan kerja sama dengan PT Krakatau Chandra Energi dalam aspek jual beli energi yang dihasilkan dari panel surya yang akan dibangun di atap pabrik Hot Rolling Plant dengan kapasitas 1.242 MWp. Instalasi panel surya ini mampu menghasilkan listrik sebesar 1.6420 MWh per tahun yang menjadikan PLTS atap ini merupakan PLTS atap terbesar di Industri baja di Indonesia.
Kim Kwang Moo mengatakan bahwa, listrik tersebut digunakan untuk memasok seluruh kebutuhan listrik di gedung kantor Hot Rolling Plant. Hal ini akan mampu mereduksi emisi karbon sebesar 1.407,2 ton emisi CO2 per tahun.
Lihat Juga :