Empat Langkah Radikal The Fed Selamatkan Ekonomi AS
Kamis, 30 April 2020 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
2. The Fed Menawarkan Beli Hutang dari Perusahaan Besar
Tapi Fed telah melakukan melampaui untuk hanya menopang sistem keuangan. Ketakutan terjadinya gelombang kebangkrutan sebagai akibat dari lockdown membuat anggaran perusahaan tertekan dan khawatirnya bank menolak memberikan pinjaman. Maka The Fed pada bulan Maret, akan bekerja langsung bersama perusahaan untuk meminjam dan menawarkan obligasi.
Komitmennya mencapai hingga USD100 miliar untuk usaha, dan dalam beberapa minggu telah memperluas potensi komitmen hingga USD750 miliar. Hal itu juga mencakup akan membeli hingga USD100 miliar jenis utang yang lain, termasuk hutang kartu kredit, pembiayaan mobil pinjaman, pinjaman mahasiswa, hipotek komersial dan pinjaman "leveraged ".
Daftar ini sangat luas, hingga beberapa pengamat industri keuangan mengomentari dengan nada becanda bahwa bank selanjutnya akan membeli kartu bisbol. Beberapa telah memperingatkan tindakan Bank dapat mendorong masa depan yang berisiko. "Pasar bekerja ketika banyak yang memiliki rasa takut kehilangan," tulis OakTree Capital Management Co-Founder Howard Marks.
"Seharusnya tidak menjadi peran Fed atau pemerintah untuk memberantas itu," sambungnya.
Banyak ekonom mengatakan ada ketakutan yang berlebihan, mengingat sifat yang unik dari dampak virus corona. "Saya rasa ini seperti kejutan eksternal yang besar, bahwa saya pikir bank sentral seharusnya menyediakan likuiditas dan mencoba untuk mencegah beberapa pengeluaran (untuk masyarakat)," kata ekonom Nellie Liang, seorang Senior Fellow di Brookings Institution dan mantan Direktur stabilitas keuangan di The Fed.
3. The Fed Juga Memberikan Pinjaman Langsung ke Usaha Kecil
The Fed telah mengumumkan akan meluncurkan "Main Street" operasi pinjaman, dengan alokasi USD600 miliar sebagai pendanaan rendah dengan pinjaman empat tahun senilai USD1 juta hingga USD25 juta bagi perusahaan berukuran menengah. Hal ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Departemen Keuangan telah menempatkan USD75 miliar sebagai rencana, setelah program bantuan bagi bisnis kecil membuat pemerintah kewalahan oleh permintaan.
Tapi Fed telah melakukan melampaui untuk hanya menopang sistem keuangan. Ketakutan terjadinya gelombang kebangkrutan sebagai akibat dari lockdown membuat anggaran perusahaan tertekan dan khawatirnya bank menolak memberikan pinjaman. Maka The Fed pada bulan Maret, akan bekerja langsung bersama perusahaan untuk meminjam dan menawarkan obligasi.
Komitmennya mencapai hingga USD100 miliar untuk usaha, dan dalam beberapa minggu telah memperluas potensi komitmen hingga USD750 miliar. Hal itu juga mencakup akan membeli hingga USD100 miliar jenis utang yang lain, termasuk hutang kartu kredit, pembiayaan mobil pinjaman, pinjaman mahasiswa, hipotek komersial dan pinjaman "leveraged ".
Daftar ini sangat luas, hingga beberapa pengamat industri keuangan mengomentari dengan nada becanda bahwa bank selanjutnya akan membeli kartu bisbol. Beberapa telah memperingatkan tindakan Bank dapat mendorong masa depan yang berisiko. "Pasar bekerja ketika banyak yang memiliki rasa takut kehilangan," tulis OakTree Capital Management Co-Founder Howard Marks.
"Seharusnya tidak menjadi peran Fed atau pemerintah untuk memberantas itu," sambungnya.
Banyak ekonom mengatakan ada ketakutan yang berlebihan, mengingat sifat yang unik dari dampak virus corona. "Saya rasa ini seperti kejutan eksternal yang besar, bahwa saya pikir bank sentral seharusnya menyediakan likuiditas dan mencoba untuk mencegah beberapa pengeluaran (untuk masyarakat)," kata ekonom Nellie Liang, seorang Senior Fellow di Brookings Institution dan mantan Direktur stabilitas keuangan di The Fed.
3. The Fed Juga Memberikan Pinjaman Langsung ke Usaha Kecil
The Fed telah mengumumkan akan meluncurkan "Main Street" operasi pinjaman, dengan alokasi USD600 miliar sebagai pendanaan rendah dengan pinjaman empat tahun senilai USD1 juta hingga USD25 juta bagi perusahaan berukuran menengah. Hal ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Departemen Keuangan telah menempatkan USD75 miliar sebagai rencana, setelah program bantuan bagi bisnis kecil membuat pemerintah kewalahan oleh permintaan.
Lihat Juga :