Wow! Utang Publik AS Melebihi PDB Gabungan China, Jepang, Jerman, dan India
Senin, 13 November 2023 - 15:52 WIB
loading...
A
A
A
Dia memperingatkan, bagaimanapun bahwa Washington tidak mungkin berhenti mengambil pinjaman, bahkan jika defisit federal terkendali. Pasalnya pinjaman dipandang sebagai sarana untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan membantu mendorong sirkulasi uang.
"Kemungkinan bank sentral akan melakukan penyelamatan di tahun-tahun mendatang melalui pelonggaran kuantitatif dan pengenalan kontrol kurva imbal hasil," tambah Hartnett.
AS melampaui plafon utangnya, yang secara hukum ditetapkan sebesar USD31,4 triliun di Januari 2023. Setelah berbulan-bulan mencuatnya kekhawatiran tentang default yang akan segera terjadi dan bencana ekonomi dari Departemen Keuangan AS, Presiden Joe Biden pada Juni menandatangani RUU utang bipartisan yang memungkinkan batas tersebut dicabut hingga Januari 2025.
Hal itu secara efektif memungkinkan pemerintah untuk terus meminjam tanpa batas hingga tahun depan. Utang melonjak menjadi USD32 triliun, dalam kurun waktu kurang dari dua minggu setelah RUU itu disetujui, dan terus menumpuk sejak saat itu.
"Kemungkinan bank sentral akan melakukan penyelamatan di tahun-tahun mendatang melalui pelonggaran kuantitatif dan pengenalan kontrol kurva imbal hasil," tambah Hartnett.
AS melampaui plafon utangnya, yang secara hukum ditetapkan sebesar USD31,4 triliun di Januari 2023. Setelah berbulan-bulan mencuatnya kekhawatiran tentang default yang akan segera terjadi dan bencana ekonomi dari Departemen Keuangan AS, Presiden Joe Biden pada Juni menandatangani RUU utang bipartisan yang memungkinkan batas tersebut dicabut hingga Januari 2025.
Hal itu secara efektif memungkinkan pemerintah untuk terus meminjam tanpa batas hingga tahun depan. Utang melonjak menjadi USD32 triliun, dalam kurun waktu kurang dari dua minggu setelah RUU itu disetujui, dan terus menumpuk sejak saat itu.
(akr)
Lihat Juga :