Menjawab Tantangan Pertambangan Berkelanjutan dari Sumatera Selatan

Rabu, 15 November 2023 - 20:47 WIB
loading...
A A A
PT BA juga memiliki Bukit Asam Mining System and Information (Mister BA). Mister BA merupakan program terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari proses eksplorasi hingga pelabuhan. Adopsi IoT yang terintegrasi itu diklaim menghasilkan dampak yang signifikan dalam pengurangan konsumsi energi dan bahan bakar. Outputnya, yakni penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 6071,31 TCO2e. Wajah Ikhsan pun tampak sumringah tatkala ditanya pencapaian target produksi PT BA tahun ini yang diproyeksikan 41 juta ton dengan dukungan digitalisasi itu. “Kami yakin (tercapai),” tegasnya.

Di luar gedung, operator kendaraan operasional tambang PTBA bernama Alex terlihat sibuk memantau perawatan HD Truck Hybrid Belaz-75135. PTBA menjadi perusahaan tambang pertama di Indonesia yang mengoperasikan kendaraan ramah lingkungan itu. “Kami lakukan perawatan secara berkala untuk menjaga performanya,” ungkapnya.

Dari sisi konsumsi energi, truk jumbo yang memiliki kapasitas mesin 36.000 cc, 12 silinder, berpenggerak motor listrik itu hanya butuh 60 liter BBM jenis solar per jam. “Penghematannya sangat besar, dibandingkan yang konvensional perlu 120 liter per jam,”ungkap Asisten Manajer Perawatan Alat Tambang Utama Elektrifikasi PTBA Zulfahmi. Truk berkelir kuning itu mampu mengangkut 110 ton batubara dengan kecepatan laju maksimal 48 kilometer per jam. Saat ini, PT BA mengoperasikan 40 unit HD Truck Hybrid Belaz-75135.

Tak hanya efisien dari sisi penggunaan BBM dan pengurangan emisi, biaya maintenance truk hybrid itu juga lebih murah. “Tidak memerlukan oli mesin dan sangat minim perawatan,” imbuh staf bagian perawatan Arya Sulaja Dewa. Dengan semangat Eco Mechanized Mining, PT BA terus berkomitmen mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik dalam rangka mengurangi emisi.

PTBA juga mengoperasikan 7 unit Shovel Listrik (PC3000-6E), 6 Pompa Tambang berbasis listrik, dan 15 unit bus listrik untuk transportasi karyawan. Penggunaan alat tambang dengan memanfaatkan listrik itu disebut menghasilkan penghematan BBM hingga 7 juta liter per tahun dan mengurangi emisi sebesar 19.777 tCO2e. Sedangkan untuk bus listrik, penurunan emisi karbon disebut mencapai 16 ton CO2/tahun per unit, dan penurunan konsumsi BBM 9.672 liter/tahun per bus.

PTBA telah memiliki roadmap manajemen karbon hingga 2050 melalui pengurangan emisi dan peningkatan penyerapan emisi melalui tiga pendekatan. Yakni reklamasi , dekarbonisasi operasi, dan studi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

SVP Perencanaan PTBA Septyo Cholidie kepada SINDOnews mengatakan, sebagai komitmen mengurangi emisi, PTBA terus menggenjot penggunaan alat tambang berbasis elektrik dari hulu hingga hilir. “Emisi karbon kita jaga, kita kontrol. Kami utamakan menggunakan peralatan yang berbasis non fossil,”tegasnya.

Penggunaan alat tambang berbasis energi listrik akan terus ditingkatkan pada pembukaan area tambang baru di masa depan. Dia memberikan contoh, conveyor yang mengalirkan batu bara ke train loading station sudah menggunakan energi listrik yang dipasok dari pembangkit milik PTBA. Sistem loading menuju kereta pengangkut juga sudah menggunakan peralatan elektrik

“Di hulu, di proses penambangan, kami mengutamakan peralatan berbasis elektrik. Kemudian di pelabuhan kami juga mengadopsi sistem elektrik, walaupun ada alat berat yang masih menggunakan BBM, itu hanya berfungsi untuk mendorong material masuk ke penampungan,” paparnya.

PTBA menggeber proyek energi baru terbarukan untuk mendukung rencana transformasi jangka panjang perusahaan. Ya, PTBA memiliki visi tak sekadar sebagai produsen batu bara tapi bertransformasi menhadi perusahaan energi. “Sekarang kami basisnya masih batu bara, masih menjual batu bara sebagai komoditas. Harapannya, ke depan kami bisa lebih dari itu. Mungkin bisa 50-50, artinya 50% revenue stream dari energi, 50% baru dari batu bara sebagai komoditas,” ungkap Septyo.

Transformasi digital dan elektrifikasi yang dilakukan PTBA merupakan bagian dari ikhtiar PTBA sebagai bagian dari MIND ID untuk menjalankan good mining practice dalam rangka menghadirkan pertambangan yang berkelanjutan dengan program-program dekarbonisasi. Program dekarbonisasi, kata Setyo, terus dilaksanakan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Tak sekadari di lingkup operasional saja, namun di semua lini perusahaan untuk memberikan hasil yang optimal. Penerapan manajemen karbon yang dilakukan PT BA ini, tentu bisa dijadikan role model di industri pertambangan lainnya.

Tak Sekadar Mengejar Profit, Juga Memberikan Benefit
Dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, setiap perusahaan dituntut untuk memberikan benefit atau manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Menurut VP Sustainability PT BA, Hartono, perusahaannya memberikan perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan. Program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Corporate Social Responsibility (CSR), hingga beasiswa bukanlah program pencitraan. Melainkan sebagai komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan empat pilar Sustainable Development Goals (SDG’s) berupa pilar sosial, ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola. “Kami memiliki program tanggung jawab sosial di bidang lingkungan, pendidikan melalui beasiswa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro,” tegasnya.

Di sektor lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, PTBA mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Salah satunya di desa Karang Raja, Muara Enim. PLTS Karang Raja memiliki 76 modul yang masing-masing berkapasitas 500 Wattpeak (Wp), dengan kapasitas 38 Kilowatt peak (kWp). PLTS irigasi itu mampu menghidupkan dua unit pompa berkapasitas 20 liter per detik.

Tak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan sehingga mampu mengurangi emisi karbon. “Sebelum ada PLTS kami hanya panen setahun sekali, karena enggak ada air. Jadi tergantung musim, jika hujan menanam, jika kering berhenti. Sekarang bisa menanam tiga hingga empat kali setahun,” ungkap Ketua Kelompok Tani Raja Makmur, Bahtiar. Sebelumnya, petani mengandalkan sawah tadah hujan sehingga hanya bisa panen sekali setahun.

Bahtiar bersama 23 petani yang memiliki luas lahan 11,5 hektare merasakan betul manfaat keberadaan PLTS yang dibangun PTBA yang berkolaborasi dengan warga untuk penyediaan lahannya itu. Dengan adanya pasokan air ke area persawahan, produksi padi meningkat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terdongkrak. “Sekarang 1 hektare bisa 4 ton sekali panen, dan itu bisa tiga hingga empat kali setahun. Tentu ini sangat membantu ekonomi kami para petani,” ungkapnya. Dengan luas lahan yang ada, potensi produksi Gabah Kering Giling (GKG) bisa mencapai 175 ton per tahun.

Selain menanam padi biasa, para petani di Karang Raja kini juga menanam padi organik dan beras merah. Para petani pun kini tak lagi risau kekurangan air karena pompa menyedot air untuk dialirkan ke bak reservoir sejauh 1,29 kilometer, lalu di distribusikan ke sawah warga. PLTS irigasi itu merupakan salah satu komitmen yang ditunaikan PTBA dalam menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, untuk masyarakat dan menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain di Karang Raja, PTBA membangun PLTS irigasi di Rejosari Mataram (Lampung Tengah, Lampung) Trimulyo (Pesawaran, Lampung), Nanjungan (Lahat, Sumatera Selatan), Talawi Mudik (Sawahlunto, Sumatera Barat), dan Tanjung Raja (Muara Enim, Sumatera Selatan). Total kapasitas terpasang 6 PLTS irigasi ini mencapai 192 kWp.

Di sektor pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) PTBA membangun Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) atau SIBA Centre yang bisa dimanfaatkan sebagai etalase produk masyarakat. Kawasan sentra UMK itu dibangun di lahan bekas stock pile seluas 1.500 m2 . Sejumlah produk UMK ditempatkan di SIBA Center diantaranya Kopi, Rosella, produk Rajut, Batik dan Songket, hingga pupuk.

Eva Marlinda, salah satu pengrajin produk rajut matanya berkaca-kaca saat menceritakan pengalamannya bergabung di SIBA Center. Sesekali suaranya tercekat di tenggorokan. Kondisi ekonomi keluarganya pernah hancur lebur saat pandemic Covid-19 melanda. “Suami saya hanya tukang foto keliling. Menerima orderan saat ada yang menikah dan minta di foto. Saat pandemi sama sekali tak ada pemasukan, karena tak ada yang menggelar hajatan,” ungkapnya. Padahal, Eva memiliki tiga anak usia sekolah yang memiliki banyak kebutuhan.
Suami Eva pun sempat kelimpungan untuk memikirkan usaha lainnya. Beragam ikhtiar dilakukan, namun selalu menemui jalan buntu. Beruntung, Eva memiliki keahlian membuat produk fashion rajut yang diwarisi dari ibunya. “Alhamdulillah, ada pesanan dari PTBA. Bisa untuk menghidupi anak-anak. Sejak saat itu saya bersemangat untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved