Menjawab Tantangan Pertambangan Berkelanjutan dari Sumatera Selatan

Rabu, 15 November 2023 - 20:47 WIB
loading...
Menjawab Tantangan Pertambangan...
Proses pemantauan kegiatan penambangan di Mine Control Center (MCC) PTBA di Muara Enim, Sumatera Selatan. Melalui digitalisasi, PTBA berhasil menghadirkan efisiensi dan penurunan emisi. Foto/Anton Chrisbiyanto
A A A
JAKARTA - Era transisi energi menuju nol emisi atau Net Zero Emission (NZE) kini menghadirkan tantangan bagi industri pertambangan, termasuk pertambangan batu bara di seluruh dunia. Meskipun sebagai sumber energi murah batu bara belum tergantikan, namun, perusahaan pertambangan batu bara harus mengikuti perkembangan zaman. Yakni melakukan transformasi dan inovasi untuk menghadirkan pertambangan berkelanjutan yang tak sekadar menghasilkan profit bagi perusahaan, tetapi juga menghadirkan benefit atau manfaat bagi lingkungan dan komunitas di sekitar lokasi tambang.

Puluhan alat berat hilir mudik di area stockpile in pit PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) di area tambang Air Laya, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dari atas Anjungan Air Laya, hamparan batu bara yang kerap disebut sebagai emas hitam itu terlihat jelas dari kejauhan. Meskipun sudah menjelang tengah hari, dengan panas udara cukup menyengat ditambah hembusan angin yang cukup kencang, namun aktivitas kendaraan berukuran besar itu tak berhenti.

Tampak truk Haul Dump (HD) Hybrid bermerek BELAZ bewarana kuning tipe Belaz-75135 yang diproduksi di Belarusia melaju lincah memindahkan batu bara dari stock pile yang dikeruk menggunakan alat berat bertenaga listrik Shovel Elektrik tipe PC3000-6E. Di kawasan itu, juga dioperasikan Excavator PC 200 untuk merapihkan area agar batu bara tak berceceran. Batu bara yang ada di stockpile in pit berasal dari pit TSBC dan temporary stockpile MTBU.

Baca Juga: Bagaimana Nasib Energi Fosil di Tengah Transisi Energi?, Begini Strategi Pemerintah

“Daya tampung stockpile in pit satu juta ton. Sekarang ada 600 ribu ton, dari sisi timur 200 ribu ton, di sisi lainnya 400 ribu ton,”ungkap Asiten Manager Penambangan Air Laya 1 Singgih Cahyo Pratomo kepada SINDOnews saat kunjungan Media MIND ID pada 18 Oktober 2023 lalu.

Dengan visinya menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, PTBA yang merupakan anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, konsisten menerapkan kegiatan operasional penambangan yang berpedoman pada kaidah teknis yang baik atau good mining practice. Hal itu terlihat di stockpile in pit Air Laya, nyaris tak ada debu berterbangan saat aktivitas pemindahan emas hitam itu. “Karena cuaca sangat panas, sudah tiga bulan ini kami melakukan penyiraman area secara rutin agar tak berdebu,”ungkap Singgih yang bekerja di PT BA sejak 2013 itu.

Penyiraman kawasan tambang itu dilakukan untuk mecegah polusi udara akibat debu. Air yang digunakan untuk menyiram kawasan stockpile bukan air yang bersumber dari tanah. Tetapi berasal dari air yang di tampung di lahan bekas tambang. Tak sekadar untuk menghalau debu, air dari lahan bekas tambang itu juga diolah agar layak digunakan masyarat melalui saluran irigasi. Untuk pengolahan air tambang ini PTBA menerapkan otomatisasi pada peralatan pengolahan dan suplai air. Dengan adanya penyiraman, truk berukuran super besar itu tak memercikkan debu saat melibas lintasan di area tambang.

PTBA tampaknya sadar betul pentingnya menjalankan pertambangan berkelanjutan. Tak sekadar dijadikan kolam penampungan air, lahan bekas tambang itu juga di reklamasi dan di revegetasi. Selain bermanfaat untuk menyuplai kebutuhan air kegiatan operasional pertambangan. Lahan bekas tambang juga difungsukan sebagai tambak ikan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di daerah sekitar tambang.
Seluruh siklus penambangan direncanakan dengan baik mulai dari eksplorasi, land clearing, pengembangan, eksploitasi, hingga pascatambang. PTBA menilai, kelestarian alam dan aspirasi masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjalankan setiap aktivitas bisnis. Penerapan green mining dilakukan dengan perencanaan yang seksama, dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan sejak awal.

“Untuk pascatambang kami menyiapkan beberapa jenis tanaman yang cocok untuk reklamasi. Termasuk untuk menyerap logam berat dan mengurangi emisi karbon,” tegas Asisten Vice President Pengelolaan Hutan dan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai PTBA, Ketut Junaidi.

PTBA mengembangkan laboratorium kultur jaringan dengan kapasitas 100.000 tanaman yang berada di kebun bibit atau Nursery Park yang membentang seluas 2,1 hektare, tak jauh dari Botanical Garden dan Mini Zoo. “Nursery Park ini akan kami perluas menjadi 20 hektare,”tegas Ketut. Suasana di Nursery Park sangat sejuk, sama sekali tak terasa hawa panas dan gersang yang menjadi ciri khas kawasan pertambangan. Lahan bekas tambang itu disulap menjadi hutan kota yang rindang, dengan udara yang segar.

Pembibitan melalui kultur jaringan awalnya bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Sriwijaya (Unsri). Namun, sekarang PT BA sudah melakukannya sendiri. Menurut Ketut, dengan penerapan green mining yang terencana, PT BA berhasil menyelamatkan tanaman langka seperti anggrek, hingga bunga bangkai jenis Amorphophallus Gigas dan Armophopallus Titanum . “Sebelum menambang, kami lihat dulu tanaman apa yang bisa di selamatkan. Sehingga kami bisa menyelamatkan 80 jenis tanaman, termasuk 40 jenis Anggrek,”tegas Ketut. PT BA terus melakukan penelitian sehingga terpilih tanaman yang cocok untuk di tanam di lahan pascatambang.

Sebagai perusahaan pertambangan batu bara, PTBA merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap kelestarian alam. Karenanya, perusahaan ini melaksanakan praktik penambangan dengan metode selective mining. Dengan metode ini, lahan yang ditambang bisa diminimalkan, karena sebelum dilakukan penambangan dilakukan studi secara matang untuk menentukan lahan yang memiliki cadangan ekonomis dan layak secara geologis.
Di kawasan Nursery Park, tanaman yang paling banyak dikembangbiakkan yakni kayu putih, kaliandra, tabebuya, lili paris, hingga ketapang mini. Sedangkan untuk pohon berukuran besar dipilih merbau, trembesi, saga, meranti, hingga gaharu. “Kami tanam di area bekas tambang untuk menyerap logam berat dan menetralkan pH air,” imbuhnya.

PTBA, juga membudidayakan tanaman yang bisa ditanam di rawa bekas tambang atau swampy forest. Sehingga pengolahan air tambang bisa dilakukan secara alami oleh tanaman. Keuntungannya, di masa depan untuk menaikkan pH air tak lagi menggunakan alat atau campuran obat. Swampy forest dikembangkan sejak 2022.
Pohon kayu putih dipilih untuk ditanam di lahan reklamasi karena selain mampu menyerap logam berat dan mengurangi emisi, juga memiliki nilai ekonomis. “Bisa dibudidayakan oleh masyarakat, kami pun memiliki pabrik minyak putih yang membantu penghasilan bagi masyarakat,” katanya.

Selain sebagai pusat penelitian dan pembibitan, Nursery Park difungsikan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Selain anak sekolah mulai dari TK hingga SMA, PTBA juga melakukan edukasi kepada masyarakat melalui karang taruna dan ibu-ibu PKK. Edukasi yang diberikan mencakup kegiatan pembibitan, cara penanaman, hingga cara merawat tanaman. PT BA juga mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara menggunakan kompos yang baik dan bisa menghasilkan pemasukan tambahan bagi masyarakat.

Digitalisasi dan Komitmen Menurunkan Emisi
Di ruangan berukuran 5x7 meter persegi di dalam gedung dua lantai yang berdampingan dengan fasilitas perawatan kendaraan operasional tambang, Edo Kurniawan bersama lima rekannya terlihat fokus menatap layar komputer yang menampilkan grafik bergerak secara real time. Komputer Edo tersambung dengan tiga layar super besar yang berada di ruangan lebih luas di gedung Mine Control Center (MCC) itu. “Jika ada masalah di lapangan dan terdeteksi di layar ini, langsung kami laporkan,”ujar pria yang mulai bekerja di PTBA pada Agustus 2019 itu.
Ruangan yang dindingnya dihiasi kalimat motivasi “Great Things Never Came From Comfort Zone” itu digunakan untuk memantau seluruh kegiatan operasional pertambangan selama 24 jam yang dibagi dalam tiga shift. “Setiap shift ada delapan hingga 10 orang,” kata Asisten Manajer Administrasi dan Pelaporan Penambangan PTBA Muhammad Ihsan.

Sejak 2020, lanjut dia, PT BA menggenjot transformasi digital. Tak sekadar untuk menghasilkan efisiensi dan mendongkrak profit, lebih dari itu, digitalisasi yang dilakukan juga ditujukan untuk menjalankan good mining practice dalam rangka tercapainya pertambangan yang berkelanjutan. “Jadi dari ruangan ini bisa kita pantau pegerakan alat produksi. Kawasan mana saja yang ada kendala, hingga jumlah armada yang beroperasi maupun yang sedang dalam masa perawatan,” ungkap Ihsan.

MCC digunakan untuk melakukan pemantauan kegiatan operasi tambang, integrasi data, analisis data, pemetaan digital, otomatisasi, pengolahan mineral dan produksi, hingga keselamatan pekerja. PTBA telah menggunakan sistem penambangan continous mining. Sistem ini menggunakan beberapa alat tambang utama seperti bucket wheel excavator (BWE), spreader dan stacker reclaimer, juga train loading station (TLS). Dari MCC itulah pengawasan operasional penambangan dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. “Semua dipantau dari ruangan ini, mulai dari jam operasional, kegiatan produksi, hingga pencatatan hasil produksi,”ungkap Ihsan.

Selain bisa dipantau dari layar super besar, seluruh kegiatan di area tambang bisa dipantau dari telepon seluler (ponsel). Hal ini karena PTBA telah mengembangkan aplikasi Corporate Information System and Enterprise Application (CISEA) untuk memantau aktivitas pertambangan secara real time yang bisa diakses melalui ponsel.
Super App ini mengintegrasikan beberapa sistem sekaligus. Diantaranya, Automation & SCADA System Integration, Bukit Asam Mine Dispatch Optimation System, Automatic Train Loading Station, Slope Stability Radar (SSR), Digital Telemetri, Sistem Pemantauan Air Terintegrasi (SPARING), hingga Corporate Social Responsibility (CSR).

Penggunaan Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan penambangan. Data produksi, real time performance unit, loss time, konsumsi BBM, monitoring posisi unit kendaraan, perkiraan kondisi jalur tambang, hingga keselamatan operasional semuanya tersedia di ponsel secara real time. “Langsung nyambung ke ponsel direksi. Sehingga semuanya bisa dipantau langsung dari Jakarta,”ungkap Ihsan.
Dengan adanya digitalisasi itu, Ikhsan mengungkapkan, produktivitas operasional PTBA melonjak 20%. Integrasi teknologi informasi yang diadopsi PTBA itu berhasil meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan dalam seluruh rantai kegiatan pertambangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved