Gambaran Ekonomi Israel sejak Merdeka 1948 hingga 2023, Negara Kecil yang Disebut Maju

Kamis, 16 November 2023 - 16:22 WIB
loading...
Gambaran Ekonomi Israel...
Sejak dinyatakan sebagai negara merdeka pada Mei 1948, Israel memiliki produk tahunan perkapita pada saat pendiriannya yakni sekitar USD400-USD500. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah negara kecil dalam hal luas daratan, Israel adalah negara berpenghasilan tinggi sesuai klasifikasi Bank Dunia. Terlepas dari tantangan geopolitik regional, Israel telah membangun ekonomi dengan pasar yang kuat, stabil dan menunjukkan kemampuan untuk bertahan dalam periode krisis.

Baca Juga: Investasi Asing Ambles 60% di Awal 2023, Ekonomi Israel Sedang Tak Baik-baik Saja?

Sejak dinyatakan sebagai negara merdeka pada Mei 1948, Israel memiliki produk tahunan perkapita pada saat pendiriannya yakni sekitar USD400-USD500. Hal itu berdasarkan laporan tahun 1975 oleh Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER).

Selanjutnya Israel mengalami pertumbuhan tinggi selama periode 1950 hingga 1970. Selama periode tersebut, GNP Israel meningkat (dengan harga konstan) pada tingkat tahunan rata-rata sekitar 10,5%, sementara GNP per kapitanya meningkat tiga kali lipat.

Baca Juga: 5 Negara Investor Terbesar Israel, Salah Satunya Kucurkan Rp793,3 Triliun

Pada tahun 1980, produk domestik bruto (PDB) Israel tercatat sebesar USD24,92 miliar menurut database IMF (International Monetary Fund/Dana Moneter Internasional). PDB per kapitanya adalah USD6.356,51.

Sedangkan pada tahun 1990, PDB Israel saat itu mencapai USD60,72 miliar, sementara pendapatan per kapitanya berlipat ganda menjadi USD13.035,68. Pada tahun 2000, PDB Israel tercatat sebesar USD136,03 miliar dengan pendapatan per kapita tembus USD21.641,3.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Rekomendasi
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved