Awas Kehabisan, Tiket Kapal Pelni Periode Natal dan Tahun Baru 2024 Bisa Dipesan Mulai Besok

Kamis, 16 November 2023 - 17:40 WIB
loading...
Awas Kehabisan, Tiket...
PELNI Mobile Apps sendiri merupakan inovasi berbasis digital yang dilakukan PELNI untuk memberikan kemudahan kepada pelanggannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tiket kapal pelni untuk periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sudah dapat dipesan mulai besok, 17 November 2023. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PELNI, Evan Eryanto mengatakan, bahwa tiket tersebut sudah bisa didapatkan di PELNI Mobile Apps maupun saluran penjualan tiket lainnya.

Evan menerangkan, demi menghindari kehabisan tiket, calon pelanggan kapal PELNI diimbau merencanakan perjalanannya dengan baik. Baca Juga: Komut Pelni Ali Masykur Musa Mengundurkan Diri Usai Jadi Timses

"Dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan, tiket Kapal PELNI untuk seluruh tujuan se-Indonesia sudah bisa diakses melalui PELNI Mobile Apps. Tidak perlu repot-repot lagi, cukup dari rumah atau kantor sudah bisa memesan tiket kapal PELNI," tutur Evan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/11/2023).

Baca Juga: Peran Penting Pelni Bagi Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai

PELNI sendiri mempersiapkan 26 kapal penumpang dan 42 kapal perintis dengan total kapasitas 51.296 seat. PELNI menetapkan periode Nataru dimulai pada 11 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024, dengan puncak perjalanan diprediksi terjadi pada 22 Desember 2023 dan puncak kepulangan pada 4 Januari 2024.

Tidak lupa, Evan mengingatkan pelanggan yang berangkat dari wilayah yang diproyeksikan menjadi ruas terpadat. PELNI memperkirakan sepuluh ruas terpadat pada Nataru antara lain Batam - Belawan, Belawan - Batam, Bau Bau - Makassar, Makassar - Bau Bau, Makassar - Surabaya, Batam - Tanjung Priok, Surabaya - Makassar, Jayapura - Biak, Balikpapan - Pare Pare, dan Sorong - Ambon.

"Khusus untuk calon penumpang yang berangkat dari Jakarta, Surabaya, dan Makassar, kami mengingatkan kembali hanya bisa memperoleh tiket secara online melalui PELNI Mobile Apps maupun website yang sudah berlaku per 1 November kemarin. Sementara untuk kota lain masih dapat membeli tiket di loket kantor cabang PELNI meski kami mendorong untuk pembelian secara online," ucap Evan.

Meski tidak dapat lagi membeli langsung, loket di kantor cabang PELNI di Jakarta, Surabaya dan Makassar tetap melayani pelanggan untuk kebutuhan pengembalian dana atau refund, pertanyaan seputar rute dan jadwal kapal hingga keberangkatan rombongan.

Evan menyampaikan, bahwa manajemen menargetkan penutupan layanan pembelian tiket melalui loket akan diperluas ke cabang lainnya di tahun 2024.

"Untuk kota selanjutnya akan ditentukan setelah evaluasi kebijakan penutupan loket di tiga kota tadi. Kami tentu berharap transisi ini dapat berjalan dengan mulus dan dapat diterima dengan bagi oleh seluruh pelanggan kami," tambah Evan.

PELNI Mobile Apps sendiri merupakan inovasi berbasis digital yang dilakukan PELNI untuk memberikan kemudahan kepada pelanggannya. Melalui aplikasi yang dapat diunduh di Playstore dan AppStore ini, pelanggan dapat mengetahui rute dan jadwal kapal PELNI hingga melakukan booking tiket maupun kargo dengan tujuan seluruh wilayah di Indonesia.

Evan mengimbau, kepada pelanggan yang melakukan pemesanan tiket untuk memasukan identitas diri sesuai dengan data penumpang yang akan berangkat.

"Dengan transformasi bisnis dan digital yang dilakukan PELNI, proses embarkasi penumpang di pelabuhan dilakukan lebih tertib dengan memastikan kecocokan identitas penumpang," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
Kemenhub Sediakan 28.000...
Kemenhub Sediakan 28.000 Tiket Kereta Gratis selama Lebaran, Begini Cara Daftarnya
Garuda Indonesia Tebar...
Garuda Indonesia Tebar Diskon Tiket Mudik Lebaran hingga 20%, Ini Daftar Rutenya
Digitalisasi Maritim,...
Digitalisasi Maritim, Pelni dan DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne
Pakar Pelabuhan Kritik...
Pakar Pelabuhan Kritik Rencana Merger PELNI hingga Pelindo, Alihkan Beban Negara ke BUMN Komersial
5,8 Juta Kendaraan Melintasi...
5,8 Juta Kendaraan Melintasi 4 Gerbang Tol Jasa Marga Selama Libur Nataru 2025/2026, Naik 9,8%
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Kapal Pelni Tak Kunjung...
Kapal Pelni Tak Kunjung Beroperasi di Donggala, Legislator Perindo Soroti Dampak Ekonomi
Rekomendasi
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Relakan Status Juara Grup K Direbut Kolombia
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved