Negara Eropa Ini Ungkap Besarnya Kerusakan Finansial Imbas Hilangnya Gas Rusia

Kamis, 16 November 2023 - 19:52 WIB
loading...
Negara Eropa Ini Ungkap...
Negara eropa ini kehilangan lebih dari dua pertiga dari pendapatan yang dihasilkan dari transit gas alam Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Slovakia telah kehilangan lebih dari dua pertiga dari pendapatan yang dihasilkan dari transit gas alam Rusia . Hal ini menurut laporan hasil keuangan yang diterbitkan bulan ini oleh operator jaringan transmisi gas negara Eustream.

Baca Juga: Negara-negara Uni Eropa Masih Membeli Gas Rusia, Bos Gazprom Blak-blakan

Data menunjukkan bahwa dalam 12 bulan menjelang Juli 2023, negara itu mengangkut total 16,97 miliar meter kubik (bcm) gas Rusia, dengan pendapatan dari transit sebesar 226,5 juta euro atau USD242,8 juta yang jika dirupiahkan mencapai Rp3,7 triliun (kurs Rp15.460/USD).

Sementara itu sebelum perang Ukraina berkecambuk hingga gelombang sanksi Uni Eropa terhadap Rusia, negara itu biasanya mengangkut rata-rata sekitar 60 bcm komoditas Rusia per tahun. Pada tahun keuangan dari Agustus 2019 hingga Juli 2020, misalnya, Eustream mengangkut hanya kurang dari 61 bcm dan pendapatannya mencapai 748.04 juta euro.

Baca Juga: Pajaki Gas Rusia, Petinggi Bulgaria Berniat Gembosi Mesin Perang Putin

Pakar industri telah mengaitkan penurunan tajam volume transit gas Rusia dengan konflik Ukraina. Slovakia menerima komoditas dari jalur transit melalui Ukraina, di mana aliran tersebut menyusut setelah Kiev menutup stasiun pompa bensin utamanya, Sokhranovka, pada Mei 2022.

Perusahaan energi utama Rusia, Gazprom terus memasok gas untuk transit melalui satu-satunya stasiun yang tersisa, Sudzha, tetapi aliran gas yang memungkinkan sekitar 40 juta meter kubik per hari.

Seiring menyusutnya arus transit menjadi kurang dari sepertiga dari rata-rata pra-konflik, selain itu pendapatan turun lebih dari tiga kali lipat. Analis Slovakia khawatir bahwa anggaran negara dengan cepat kehilangan salah satu sumber pendapatan utamanya.

Menurut media lokal DennĂ­k Postoj, pemerintah menerima sekitar setengah dari pendapatan perusahaan baik melalui pajak penghasilan atau dividen.

Selain itu analis mencemaskan, bahwa Slovakia dapat kehilangan hubungannya dengan gas Rusia. Dalam sebuah wawancara bulan lalu, direksi raksasa energi Ukraina Naftogaz, Aleksey Chernyshov mengatakan, negaranya tidak akan memperpanjang kontrak transit gasnya dengan Rusia, yang berakhir pada akhir 2024.

Hal itu berarti bahwa Slovakia juga akan berhenti menerima komoditas tersebut. Mengomentari perkembangan terbaru, juru bicara Eustream Pavol Kubik mengindikasikan bahwa perusahaan akan mencoba mencari solusi yang akan membantunya menghindari kehilangan pasokan Rusia.

"Adapun transit gas Rusia melalui Ukraina setelah 2024, kami berpikir bahwa masalah ini belum ditutup hari ini, dan mungkin akan tunduk pada negosiasi di masa depan," katanya.

Ia menambahkan, bahwa salah satu opsi untuk menjaga transit tetap berfungsi adalah perjanjian tripartit, di mana pihak ketiga akan menerima gas di perbatasan Rusia-Ukraina dan selanjutnya mengangkutnya ke UE.

Karena gas yang diangkut secara teknis tidak lagi dianggap Rusia, dan Gazprom tidak akan menjadi orang yang membayar transit, itu akan memungkinkan transportasi lebih lanjut melalui wilayah Ukraina, ungkap Kubik menjelaskan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved