1.200 Pegawai Kena PHK Imbas Kejatuhan Bisnis Ritel

Rabu, 01 November 2017 - 20:35 WIB
1.200 Pegawai Kena PHK...
1.200 Pegawai Kena PHK Imbas Kejatuhan Bisnis Ritel
A A A
JAKARTA - Gugurnya beberapa gerai di sektor industri ritel telah memaksa para pekerja untuk kehilangan mata pencahariannya. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan, setidaknya sudah ada sekitar 1.200 pegawai terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, dari bisnis 7-Eleven yang beberapa bulan lalu bangkrut saja sudah menelan korban sekitar 800 pegawai. Belum lagi perusahaan lain hingga total mencapai 1.200.

"7-Eleven itu kan kita hitung ada 167 toko, kali 5 orang lah itu sudah 800-an ditambah dengan format yang lain. Mungkin sudah sekitar 1.200 orang. Itu dari 7-Eleven dan dengan yang lain-lain," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, keputusan PHK tersebut tidak hanya memberatkan para pegawai, melainkan juga dari sisi pengusaha. Pasalnya ketika sudah berdarah-darah karena bisnis hancur, juga harus menanggung biaya lain seperti pesangon bagi pekerja.

Menurut Roy, tidak semua pengusaha ritel masih bisa mengembangkan bisnis setelah beberapa atau semua gerainya tutup. Sebagian dari mereka justru kesulitan keuangan, termasuk untuk membayar pesangon dari pegawai yang kena PHK.

"Kita belum tahu, kita serahkan kepada pemerintah untuk bantu memikirkan. Karena kita enggak bisa memikirkan lagi, enggak mampu membayar," pungkasnya.

Sebagai informasi, industri ritel ini cukup besar dalam hal jumlah pegawai yakni sebanyak 14 juta jiwa dari hulu ke hilir. Jika tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin korban PHK bisa makin banyak.

Setelah PT Modern Sevel Indonesia, anak dari PT Modern International Tbk menutup semua gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia pada pertengahan tahun lalu. Perlahan tapi pasti bisnis ritel mengalami tekanan berat di tengah perubahan gaya hidup dan belanja konsumen saat ini yang lebih memilih Online.

Akibatnya PT Matahari Putra Prima Tbk menutup dua gerai Hypermart yang dianggap tak menguntungkan pada Juli 2017. Penutupan dua gerai itu disebabkan berbagai faktor, salah satunya lokasi yang sudah tidak mendukung.

Sedangkan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup dua gerainya di kawasan Pasaraya Blok M dan Manggarai pada akhir September 2017. Keputusan ini diambil karena perusahaan menganggap dua gerai tersebut tidak memberikan kontribusi pendapatan signifikan.

Kinerja keuangan per semester I-2017, penjualan Matahari Department Store menyusut 27,4% menjadi Rp3,76 triliun jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Terbaru PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebagai induk pusat perbelanjaan Lotus mengumumkan semua gerai Lotus.

Setelah dua gerai sudah lebih dulu tutup, tiga gerai lainnya akhir Oktober tahun ini menyusul ditutup. Tiga gerai itu berlokasi di Thamrin Jakarta, Bekasi dan Cibubur.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respons Aksi Boikot...
Respons Aksi Boikot Produk Pro-Israel, Aprindo: Jika Transaksi Berkurang, Otomatis Ada PHK
Pengusaha Ritel Bicara...
Pengusaha Ritel Bicara Soal Efisiensi Saat UMP Naik 6,5% di 2025, Bakal Ada PHK?
Jutaan Karyawan Kena...
Jutaan Karyawan Kena PHK Akibat Pandemi Covid-19, Selengkapnya The Indonesia Economic Club Malam Ini Pukul 21.00 WIB
PHK dan Perumahan Karyawan...
PHK dan Perumahan Karyawan Jadi Jurus Pengusaha Ritel Bertahan
Demi Hemat Rp4,4 Triliun,...
Demi Hemat Rp4,4 Triliun, Ritel Fesyen GAP Bakal PHK 500 Lebih Karyawan
Aprindo Beberkan Strategi...
Aprindo Beberkan Strategi Menghadang Badai PHK, Begini Caranya
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
10 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
10 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
10 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
11 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved