KPI Targetkan Reduksi Emisi Operasi hingga 32% di 2030
Jum'at, 17 November 2023 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu kami juga aktif dalam mengembangkan proyek Kilang Hijau termasuk salah satunya di Kilang Cilacap untuk meningkatkan efisiensi energi. Di fase ke-2 nanti, Kilang Cilacap dirancang untuk dapat mengolah minyak jelantah," ujarnya. Kapasitas produksi Kilang Hijau Cilacap yang berada di angka 3.000 barel pun akan ditingkatkan menjadi 6.000 barel saat beroperasi penuh pada tahun 2026.
Baca Juga: 5 Kebohongan Israel dalam Serangan ke RS Al Shifa di Gaza
Untuk solusi berbasis alam, lanjut dia, selain memproduksi energi beremisi rendah seperti Pertamina Renewable Diesel dan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), KPI juga terus mengawal program pelestarian lingkungan, termasuk penanaman mangrove di sekitar area kilang.
Sejalan dengan itu, Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen menyebutkan bahwa di HUT ke-6 perusahaan, KPI mengusung tema "Refining Sustainability". Tema tersebut, jelas dia, sejalan dengan tiga kontribusi utama KPI di tahun 2023 untuk Indonesia. "KPI telah menunjukkan kontribusi nyata untuk aspek ketahan energi nasional, aspek pembangunan nasional, serta aspek keberlanjutan. Sehingga, tema keberlanjutan kami gaungkan di HUT ke-6 ini," jelasnya.
Dia menerangkan bahwa prestasi keberlanjutan KPI ditunjukkan dari beberapa capaian seperti angka ESG Rating yang mencapai 24,2 dan akan terus diturunkan, perolehan 4 Proper Emas tahun 2022, reduksi emisi, produksi biofuel hingga pencanangan Sustainable Aviation Fuel 2,4% yang sudah diuji coba dengan Garuda. "Ke depan KPI akan terus mengawal transisi energi berkeadilan serta menyokong visi sustainable development goals," tandasnya.
Baca Juga: 5 Kebohongan Israel dalam Serangan ke RS Al Shifa di Gaza
Untuk solusi berbasis alam, lanjut dia, selain memproduksi energi beremisi rendah seperti Pertamina Renewable Diesel dan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), KPI juga terus mengawal program pelestarian lingkungan, termasuk penanaman mangrove di sekitar area kilang.
Sejalan dengan itu, Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen menyebutkan bahwa di HUT ke-6 perusahaan, KPI mengusung tema "Refining Sustainability". Tema tersebut, jelas dia, sejalan dengan tiga kontribusi utama KPI di tahun 2023 untuk Indonesia. "KPI telah menunjukkan kontribusi nyata untuk aspek ketahan energi nasional, aspek pembangunan nasional, serta aspek keberlanjutan. Sehingga, tema keberlanjutan kami gaungkan di HUT ke-6 ini," jelasnya.
Dia menerangkan bahwa prestasi keberlanjutan KPI ditunjukkan dari beberapa capaian seperti angka ESG Rating yang mencapai 24,2 dan akan terus diturunkan, perolehan 4 Proper Emas tahun 2022, reduksi emisi, produksi biofuel hingga pencanangan Sustainable Aviation Fuel 2,4% yang sudah diuji coba dengan Garuda. "Ke depan KPI akan terus mengawal transisi energi berkeadilan serta menyokong visi sustainable development goals," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :