Isu Vaksin, Relaksasi, dan Stimulus Eropa Kerek Harga Minyak Indonesia
Kamis, 06 Agustus 2020 - 22:36 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sentimen positif pasar global atas perkembangan pembuatan vaksin Covid-19 berhasil mendongkrak harga minyak dunia selama bulan Juli 2020. Berdasarkan perhitungan formula Indonesian Crude Price (ICP), rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada Juli 2020 mencapai USD40,64 per barel atau naik sebesar USD3,96 per barel dari USD36,68 per barel pada bulan sebelumnya.
Penetapan ICP Juli 2020 ini tercantum dalam Kepmen ESDM Nomor 147 K/12/MEM/2020 yang ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif tanggal 5 Agustus 2020. Peningkatan harga juga dialami ICP SLC yang mencapai USD42,23 per barel, naik USD3,19 per barel dari USD39,04 per barel pada Juni 2020.
Selain respons positif pasar atas perkembangan pembuatan vaksin Covid-19, faktor lain yang mendukung peningkatan harga minyak adalah pulihnya aktivitas ekonomi di beberapa negara akibat pelonggaran lockdown dan adanya stimulus ekonomi di Eropa. ( Baca juga:Ada 188 Kandidat Vaksin Covid-19 di Dunia, Belum Satu pun Lolos Uji Klinis )
"IEA (International Energy Agency) melalui laporan bulan Juli 2020 menyampaikan pasokan minyak mentah global di bulan Juni 2020 turun sebesar 2,4 juta BOPD menjadi 86,9 juta barrel oil per day (BOPD) yang merupakan level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh tingkat kepatuhan OPEC+ yang mencapai 108% serta penurunan produksi dari AS dan Kanada," ujar Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama di Jakarta, Kamis (6/8/2020)
Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat pengolahan kilang di China dan Korea Selatan.
Penetapan ICP Juli 2020 ini tercantum dalam Kepmen ESDM Nomor 147 K/12/MEM/2020 yang ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif tanggal 5 Agustus 2020. Peningkatan harga juga dialami ICP SLC yang mencapai USD42,23 per barel, naik USD3,19 per barel dari USD39,04 per barel pada Juni 2020.
Selain respons positif pasar atas perkembangan pembuatan vaksin Covid-19, faktor lain yang mendukung peningkatan harga minyak adalah pulihnya aktivitas ekonomi di beberapa negara akibat pelonggaran lockdown dan adanya stimulus ekonomi di Eropa. ( Baca juga:Ada 188 Kandidat Vaksin Covid-19 di Dunia, Belum Satu pun Lolos Uji Klinis )
"IEA (International Energy Agency) melalui laporan bulan Juli 2020 menyampaikan pasokan minyak mentah global di bulan Juni 2020 turun sebesar 2,4 juta BOPD menjadi 86,9 juta barrel oil per day (BOPD) yang merupakan level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh tingkat kepatuhan OPEC+ yang mencapai 108% serta penurunan produksi dari AS dan Kanada," ujar Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama di Jakarta, Kamis (6/8/2020)
Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat pengolahan kilang di China dan Korea Selatan.
Lihat Juga :