Serang Gaza, S&P Ramalkan Ekonomi Israel Merosot Tajam

Sabtu, 18 November 2023 - 20:55 WIB
loading...
Serang Gaza, S&P Ramalkan...
Akibat perang di Gaza, perekonomian Israel diramal bakal mengalami kontraksi sebesar 5% pada kuartal keempat tahun ini. Foto/Reuters/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Perekonomian Israel diramal bakal mengalami kontraksi sebesar 5% pada kuartal keempat tahun ini, di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan keamanan akibat konflik dengan pejuang Hamas.

Proyeksi itu diungkapkan lembaga pemeringkat kredit Standard and Poor's (S&P) dalam sebuah laporan minggu ini. Lembaga pemeringkat internasional itu menyebutkan, Israel dibayangi aktivitas bisnis yang lebih rendah, permintaan konsumen yang menurun, dan lingkungan investasi yang sangat tidak pasti.

Baca Juga: Keuangan Israel Babak Belur Usai Gempur Hamas, Per Hari Rugi Rp4 Triliun

Mengutip RT, Sabtu (18/11/2023), S&P memproyeksikan defisit fiskal Israel sebesar 5,3% dari PDB pada tahun 2023 dan 2024, melonjak dibandingkan dengan perkiraan lembaga tersebut sebelum terjadinya perang, sebesar 2,3%.

Pemerintah Israel diketahui terpaksa meningkatkan pengeluaran secara signifikan untuk mendanai militer dan memberikan kompensasi kepada bisnis di dekat perbatasan dengan Gaza. Hal ini menyebabkan defisit anggaran mencapai rekor tertinggi, yang bulan lalu membengkak menjadi USD6 miliar, meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: 5 Ketakutan Israel saat Perang Panjang Melawan Hamas di Gaza

Laporan S&P muncul setelah lembaga tersebut menurunkan prospek kredit Israel dari "stabil" menjadi "negatif" bulan lalu, hanya dua minggu setelah konflik dimulai pada tanggal 7 Oktober. Lembaga pemeringkat Moody’s dan Fitch juga telah memasukkan Israel dalam peninjauan untuk menurunkan peringkatnya.

Namun S&P mengindikasikan bahwa pihaknya dapat memulihkan prospek kredit Israel menjadi "stabil" jika konflik tersebut diselesaikan, karena hal itu berarti berkurangnya keamanan regional dan risiko internal.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
AS Rancang Gaza Jadi...
AS Rancang Gaza Jadi Resor Futuristik Senilai Rp1.878 Triliun, Rencana Rekonstruksi 20 Tahun
Palestina Daftar Anggota...
Palestina Daftar Anggota Penuh BRICS setelah Diakui Mayoritas Negara di PBB
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Rekomendasi
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved