Keuangan Israel Babak Belur Usai Gempur Hamas, Per Hari Rugi Rp4 Triliun
Jum'at, 17 November 2023 - 13:50 WIB
loading...
Perang Israel-Hamas mulai menjadi beban keuangan bagi negara Yahudi itu, dimana telah merugikan ekonomi Israel sekitar USD260 juta atau setara Rp4 triliun setiap harinya. Foto/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Perang Israel-Hamas mulai menjadi beban keuangan bagi negara Yahudi itu, hingga memicu terjadinya perdebatan politik di Israel yang akan sulit bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keuangannya, Bezalel Smotrich bergerak bebas.
Baca Juga: 5 Negara Investor Terbesar Israel, Salah Satunya Kucurkan Rp793,3 Triliun
Konflik dengan Hamas yang memanas sejak awal Oktober, lalu telah merugikan ekonomi Israel sekitar USD260 juta atau setara Rp4 triliun (Kurs Rp15.408 per USD) setiap harinya, berdasarkan perkiraan dari kementerian keuangan. Proyeksi tersebut jauh lebih besar dari prediksi awal ketika perang Israel-Hamas pecah di Oktober.
Pemerintah harus belanja lebih banyak untuk segala hal, mulai dari persenjataan hingga upah bagi ratusan ribu tentara cadangan yang dipanggilnya ketika operasi militer di Gaza berlanjut. Pada saat yang sama, pendapatan fiskal menurun karena sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga merosot.
Baca Juga: Gambaran Ekonomi Israel sejak Merdeka 1948 hingga 2023, Negara Kecil yang Disebut Maju
Ketegangan pada sektor keuangan publik telah menyebabkan perselisihan tentang pembayaran ke sekolah-sekolah ultra-ortodoks dan hal lain yang diperjuangkan oleh sayap kanan dalam koalisi Netanyahu yang berkuasa.
Hal itu masuk dalam program pengeluaran Israel yang disebut "dana koalisi," atau pengeluaran diskresioner yang dialokasikan untuk lima partai yang terdiri dari pemerintah Netanyahu, yang paling religius dalam sejarah Israel.
Transfer yang disetujui Mei lalu mencetak rekor hingga tembus 14 miliar shekel atau USD3,6 miliar, dimana sebagian dipakai untuk sekolah-sekolah agama – beberapa dibebaskan dari mata pelajaran seperti bahasa Inggris dan matematika. Proyek favorit lainnya termasuk pengembangan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Baca Juga: 5 Negara Investor Terbesar Israel, Salah Satunya Kucurkan Rp793,3 Triliun
Konflik dengan Hamas yang memanas sejak awal Oktober, lalu telah merugikan ekonomi Israel sekitar USD260 juta atau setara Rp4 triliun (Kurs Rp15.408 per USD) setiap harinya, berdasarkan perkiraan dari kementerian keuangan. Proyeksi tersebut jauh lebih besar dari prediksi awal ketika perang Israel-Hamas pecah di Oktober.
Pemerintah harus belanja lebih banyak untuk segala hal, mulai dari persenjataan hingga upah bagi ratusan ribu tentara cadangan yang dipanggilnya ketika operasi militer di Gaza berlanjut. Pada saat yang sama, pendapatan fiskal menurun karena sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga merosot.
Baca Juga: Gambaran Ekonomi Israel sejak Merdeka 1948 hingga 2023, Negara Kecil yang Disebut Maju
Ketegangan pada sektor keuangan publik telah menyebabkan perselisihan tentang pembayaran ke sekolah-sekolah ultra-ortodoks dan hal lain yang diperjuangkan oleh sayap kanan dalam koalisi Netanyahu yang berkuasa.
Hal itu masuk dalam program pengeluaran Israel yang disebut "dana koalisi," atau pengeluaran diskresioner yang dialokasikan untuk lima partai yang terdiri dari pemerintah Netanyahu, yang paling religius dalam sejarah Israel.
Transfer yang disetujui Mei lalu mencetak rekor hingga tembus 14 miliar shekel atau USD3,6 miliar, dimana sebagian dipakai untuk sekolah-sekolah agama – beberapa dibebaskan dari mata pelajaran seperti bahasa Inggris dan matematika. Proyek favorit lainnya termasuk pengembangan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Lihat Juga :