Anak Buah Sri Mulyani: Silahkan Kritik Pemerintah Asal Bayar Pajak
Rabu, 22 November 2023 - 22:25 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo mengungkapkan bahwa masyarakat bebas mengkritik pemerintah asalkan sudah membayar pajak . Pasalnya, Indonesia adalah negara demokrasi, yang bermakna kebebasan berpendapat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Di negara demokrasi itu hebatnya meski kita diberi fasilitas, insentif, bayar pajak, kita tetap dapat mengkritik pemerintah. Itu enaknya, jadi silahkan mengkritik sekencang mungkin asal sudah bayar pajak," ujar Yustinus dalam acara Bank BTPN Economic Outlook 2024, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Ingin Aset Negara Kerja Keras Cari Duit
Bahkan, dia berkelakar bahwa semakin besar pajak yang dibayarkan, maka semakin keras kritiknya pun dibolehkan.
"Semakin gede bayar pajaknya, kritiknya ya boleh semakin keras," tambah Yustinus.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga kembali menekankan peran APBN dalam menjaga perekonomian nasional, terlebih pada fungsinya sebagai stabilisator ekonomi dan alokator sumber daya.
Pemungutan pajak pun, dia umpamakan sebagai pemerintah yang mengambil buah dari pohon yang sudah berbuah.
"Di negara demokrasi itu hebatnya meski kita diberi fasilitas, insentif, bayar pajak, kita tetap dapat mengkritik pemerintah. Itu enaknya, jadi silahkan mengkritik sekencang mungkin asal sudah bayar pajak," ujar Yustinus dalam acara Bank BTPN Economic Outlook 2024, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Ingin Aset Negara Kerja Keras Cari Duit
Bahkan, dia berkelakar bahwa semakin besar pajak yang dibayarkan, maka semakin keras kritiknya pun dibolehkan.
"Semakin gede bayar pajaknya, kritiknya ya boleh semakin keras," tambah Yustinus.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga kembali menekankan peran APBN dalam menjaga perekonomian nasional, terlebih pada fungsinya sebagai stabilisator ekonomi dan alokator sumber daya.
Pemungutan pajak pun, dia umpamakan sebagai pemerintah yang mengambil buah dari pohon yang sudah berbuah.
Lihat Juga :