alexametrics

Fiat Chrysler Automobiles, Bangkit di Tengah Krisis

loading...
Fiat Chrysler Automobiles, Bangkit di Tengah Krisis
Kompleks bangunan milik Fiat Chrysler Automobiles. FOTO/REUTERS
A+ A-
PROSPEK industri automotif di Eropa dan Amerika Utara sempat diramalkan bakal kelam. Namun, tantangan itu mampu dijawab Fiat Automobiles S.p.A. dan Chrysler yang melebur menjadi Fiat Chrysler Automobiles pada 2014. 

Tak hanya bertahan, mereka bahkan berhasil meraup laba bersih 1,814 miliar euro dalam setahun. Sebelum 2010 sejumlah kepala negara di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan antusiasme positif terhadap dunia automotif setelah dilanda krisis keuangan. Pada 2011 Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengajak semua pihak, termasuk sektor industri untuk ikut memulihkan ekonomi negara yang rapuh. 



Sebulan kemudian Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron juga memberikan respons yang sama. Dia menyambut hangat investasi senilai 100 juta poundsterling dari perusahaan automotif Jepang yang diharapkan dapat menggeliatkan ekonomi. "Sektor automotif akan memimpin ekonomi di negara kami," ujarnya, dilansir gov.uk

Secara konvensional, biaya manufaktur di kawasan dengan ekonomi matang sangat tinggi. Produksi akhirnya dilakukan di China untuk pasar Eropa dan Meksiko untuk pasar AS. Namun, dengan adanya tuntutan kenaikan gaji di China dan sistem proteksionisme di negara Barat, industri automotif seakan sedang terkungkung. 

Situasi ini menurunkan optimisme. Fiat dan Chrysler juga sempat pusing tujuh keliling. Chrysler bahkan melakukan restrukturisasi, termasuk pemotongan gaji karena keuntungan merosot tajam. Sama seperti Chrysler, Fiat juga terpaksa memangkas biaya pengeluaran. Konsekuensinya, kualitas produk yang dihasilkan menurun. 

Pada abad ke-20 Fiat sempat terancam jatuh bangkrut pada 2004. Namun, CEO baru Sergio Marchionne berhasil menyelamatkannya. Pada waktu yang sama Chrysler juga tidak mampu mencatat penjualan gemilang. Dengan teknologi yang menua, aturan yang kian ketat, dan pasar yang menurun, Chrysler juga hampir tenggelam. 

Krisis pada 2008 makin membuat Chrysler kewalahan. Pemerintah AS menyatakan Chrysler tidak akan lagi mampu berdiri sendiri. Perusahaan automotif itu harus dipaksa "dikawinkan". Fiat yang juga berjuang di tengah pasar Eropa yang tidak menentu dianggap sebagai mitra ideal bagi Chrysler karena memiliki modal kuat. Masyarakat secara umum skeptis de ngan penjodohan itu. Mereka menilai kebangkrutan ini akan sulit dihindari sehingga peleburan hanya akan membuat dampak kebangkrutan kian meluas. 
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak