3 Alasan Kuat Negara-negara di Dunia Ingin Buang Dolar AS

Senin, 27 November 2023 - 11:07 WIB
loading...
3 Alasan Kuat Negara-negara...
3 alasan kuat negara-negara di seluruh dunia ingin campakkan dolar AS. FOTO/Investopedia
A A A
JAKARTA - Dolar telah menjadi mata uang cadangan dunia sejak Perang Dunia II, tetapi kombinasi alasan politik dan ekonomi perlahan-lahan mengikis supremasinya. Berdasarkan laporan Dana Moneter Internasional (IMF), hampir 60% cadangan devisa internasional disimpan dalam aset berdenominasi dolar. Dolar AS juga merupakan mata uang yang paling banyak digunakan untuk perdagangan.

Sanksi-sanksi yang dipimpin oleh Barat terhadap Rusia terkait invasinya ke Ukraina membuat negara-negara lain waspada akan potensi konsekuensi dari tindakan mereka terhadap Washington. Mengutip Business Insider, sejumlah negara, seperti Brasil, Argentina, Bangladesh hingga India, sedang menyiapkan mata uang dan aset cadangan seperti yuan dan bitcoin untuk perdagangan dan pembayaran.

Sementara, lingkungan makro-geopolitik mendorong negara-negara untuk mencari mata uang alternatif karena telah lama gelisah atas dominasi dolar yang terlalu besar dalam perdagangan dan keuangan global.

Pembicaraan mengenai dedolarisasi ini telah muncul kembali setiap beberapa tahun sekali setidaknya sejak tahun 1970-an. Berikut adalah tiga alasan mengapa negara-negara di seluruh dunia berusaha menyusun rencana untuk beralih dari dominasi dolar AS.

1. Kebijakan moneter AS memiliki terlalu banyak pengaruh di seluruh dunia.

AS adalah penerbit mata uang cadangan dunia, yang juga merupakan mata uang dominan dalam sistem perdagangan dan pembayaran internasional. Akibatnya, AS memiliki kendali yang sangat besar terhadap ekonomi dunia dan sering dinilai terlalu tinggi, demikian dilaporkan oleh lembaga pemikir Wilson Center pada bulan Mei.

Posisi ini telah memberikan AS apa yang disebut Valéry Giscard d'Estaing, presiden Prancis dari 1974 hingga 1981, sebagai "hak istimewa yang selangit."

Salah satu sisi dari keistimewaan ini adalah bahwa AS mungkin tidak akan mengalami krisis jika tidak mampu membayar utangnya ketika nilai dolar turun tajam karena Washington dapat dengan mudah mengeluarkan lebih banyak uang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved