3 Alasan Kuat Negara-negara di Dunia Ingin Buang Dolar AS

Senin, 27 November 2023 - 11:07 WIB
loading...
A A A
Ini juga berarti bahwa negara-negara di seluruh dunia harus mengikuti kebijakan-kebijakan ekonomi dan moneter AS dengan cermat untuk menghindari dampak limpahan pada ekonomi mereka.

Baca Juga: Mantan Ekonom Gedung Putih: Negara-negara BRICS Bisa Hancurkan Dolar

Beberapa negara, termasuk India mengatakan bahwa mereka muak dan lelah dengan kebijakan moneter AS yang menyandera mereka bahkan sampai mengatakan bahwa AS telah menjadi penerbit mata uang cadangan dunia yang tidak bertanggung jawab.

Sebuah kelompok kerja di Reserve Bank of India sekarang mendorong penggunaan rupee India untuk perdagangan sebuah sikap yang sejalan dengan visi Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mata uang ini.

2. Dolar AS yang kuat menjadi terlalu mahal untuk negara-negara berkembang.

Greenback yang menguat terhadap sebagian besar mata uang di seluruh dunia membuat impor menjadi jauh lebih mahal bagi negara-negara berkembang.

Di Argentina, tekanan politik dan penurunan ekspor berkontribusi pada penurunan cadangan devisa dalam dolar AS dan menekan peso Argentina yang, pada gilirannya, memicu inflasi.

Hal ini telah mendorong Argentina untuk mulai membayar impor RRT dengan menggunakan yuan dan bukannya dollar AS, menteri ekonomi negara ini mengatakan pada hari Rabu, Reuters melaporkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Rekomendasi
Jelang Kontra Spanyol,...
Jelang Kontra Spanyol, Ronaldo Bungkam Isu Pensiun
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
AAI Nasional Bersatu...
AAI Nasional Bersatu Siap Jadi Role Model Organisasi Advokat
Berita Terkini
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved