3 Alasan Kuat Negara-negara di Dunia Ingin Buang Dolar AS

Senin, 27 November 2023 - 11:07 WIB
loading...
A A A
"USD yang lebih kuat akan melemahkan perannya sebagai mata uang cadangan," para ekonom di Allianz, sebuah perusahaan jasa keuangan internasional, menulis dalam sebuah laporan pada tanggal 29 Juni. "Jika akses ke USD menjadi lebih mahal, para peminjam akan mencari alternatif-alternatif lain."

Baca Juga: Rekor, Rusia Luncurkan 75 Drone Buat Gempur Ukraina

Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva telah menjadi salah satu pendukung paling vokal untuk membentuk mata uang penyelesaian perdagangan alternatif, bahkan mendorong Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan untuk beralih dari dollar AS.

3. Perdagangan global dan permintaan minyak semakin beragam menempatkan petrodolar dalam risiko

Alasan utama mengapa dolar AS menjadi mata uang cadangan dunia adalah karena negara-negara Teluk di Timur Tengah menggunakan dolar AS untuk memperdagangkan minyak karena sudah menjadi mata uang perdagangan yang digunakan secara luas pada saat mereka memperdagangkan minyak.

Pengaturan ini diformalkan pada tahun 1945 ketika negara raksasa minyak, Arab Saudi, dan AS mencapai kesepakatan bersejarah di mana Arab Saudi akan menjual minyaknya ke Amerika hanya dengan menggunakan greenback.

Sebagai imbalannya, Arab Saudi akan menginvestasikan kembali kelebihan cadangan dolar AS ke dalam perbendaharaan dan perusahaan-perusahaan AS. Kesepakatan tersebut menjamin keamanan AS untuk Arab Saudi. Namun kemudian, AS menjadi mandiri secara energi dan menjadi eksportir minyak netto dengan bangkitnya industri minyak serpih.

"Perubahan struktural di pasar minyak yang disebabkan oleh revolusi shale-oil secara paradoks dapat merugikan peran USD sebagai mata uang cadangan global karena eksportir minyak, yang memainkan peran penting dalam status USD, perlu mengorientasikan diri mereka ke negara lain dan mata uang mereka," kata para ekonom Allianz.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Rekomendasi
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved