Bank Sentral Israel Belum Pangkas Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Perang

Selasa, 28 November 2023 - 19:28 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Perang dengan Hamas di Gaza, Israel Harus Menanggung Biaya Rp795,1 Triliun

"Penggunaan alat suku bunga yang tergesa-gesa dalam lingkungan ketidakpastian yang signifikan, jika keadaan berbalik, itu hanya akan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan dan itu bisa memerlukan waktu atau alat yang lebih besar untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, untuk saat ini kami menunggu stabilitas di pasar keuangan dan hanya setelah itu kami dapat mempertimbangkan menggunakan alat moneter apalagi," bebernya.

Yaron mencatat bahwa premi risiko Israel tetap tinggi, meskipun shekel telah pulih 8% terhadap dolar setelah jatuh hingga 6% pada awal perang.

Bank sentral memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi pada 2023 dan 2024 mengingat dampak perang. Tahun depan diproyeksikan bakal ekspansi 2%, atau turun dari prediksi sebulan lalu di angka 2,8% - mengingat harapan bahwa perang akan terkendali di dekat perbatasan Gaza dan berlanjut hingga 2024.

Sementara itu diproyeksikan bahwa biaya anggaran perang, saat pengeluaran makin besar ditambah hilangnya pendapatan diperkirakan totalnya setara 10% dari PDB.

Ketidakpastian Perang Israel

Ekonom bank sentral juga memangkas perkiraan pertumbuhan pada tahun 2023 menjadi 2% dari 2,3%, dan memprediksi tingkat inflasi di tahun mendatang akan berada di kisaran 2,4%. Sedangkan untuk suku bunga utama diproyeksikan bakal turun ke kisaran 3,75% hingga 4,0% pada akhir 2024.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Rekomendasi
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved