Kementerian ESDM Berharap CNI Jadi Pionir Ekosistem EV Battery
Rabu, 29 November 2023 - 16:01 WIB
loading...
Kementerian ESDM monitoring pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) CNI Group di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Selasa (28/11/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
KOLAKA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) berharap PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) menjadi pionir ekosistem Electric Vehicle (EV) Battery. Hal itu disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yose Rizal saat monitoring pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral ( smelter ) CNI Group di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (28/11/2023).
Sebagai Objek Vital Nasional (OVN) dan Proyek Strategi Nasional (PSN), PT CNI yang merupakan salah satu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendapat perhatian besar dari Kementerian ESDM. ”Apalagi hilirisasi yang dicanangkan Presiden banyak melibatkan pengusaha dalam negeri sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” kata Yose Rizal. Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Kementerian ESDM Tegas Larang ASN Jadi Pengurus Parpol
Karena itu, Yose Rizal berharap PT CNI senantiasa berkomunikasi dengan Kementerian ESDM. Khususnya jika terjadi kendala berkaitan dengan perizinan. "Komunikasikan jika ada kendalanya berkaitan perizinan. Kalau dokumennya sudah benar dan lengkap sesuai persyaratan aturan perundang-undangan, dalam satu dua hari segera kami selesaikan," lanjutnya.
President Director PT CNI Abdul Haris Tatang mengapresiasi kepedulian Kementerian ESDM kepada PT CNI, sekaligus menetapkan sebagai OVN dan PSN. Saat ini fasilitas smelter PT CNI, semua mesin dan material dari China sudah tiba di Wolo. “Sebagian besar telah terpasang dan selanjutnya yang tinggal beberapa persen akan dilakukan pemasangan berkelanjutan," jelasnya.
Smelter PT CNI menggunakan 2 teknologi utama. Pertama, teknologi Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas 4×72 MVA. Terdiri dari 4 lajur produksi untuk mengolah bijih nikel saprolite yang ditargetkan rampung 2024.
Sebagai Objek Vital Nasional (OVN) dan Proyek Strategi Nasional (PSN), PT CNI yang merupakan salah satu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendapat perhatian besar dari Kementerian ESDM. ”Apalagi hilirisasi yang dicanangkan Presiden banyak melibatkan pengusaha dalam negeri sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” kata Yose Rizal. Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Kementerian ESDM Tegas Larang ASN Jadi Pengurus Parpol
Karena itu, Yose Rizal berharap PT CNI senantiasa berkomunikasi dengan Kementerian ESDM. Khususnya jika terjadi kendala berkaitan dengan perizinan. "Komunikasikan jika ada kendalanya berkaitan perizinan. Kalau dokumennya sudah benar dan lengkap sesuai persyaratan aturan perundang-undangan, dalam satu dua hari segera kami selesaikan," lanjutnya.
President Director PT CNI Abdul Haris Tatang mengapresiasi kepedulian Kementerian ESDM kepada PT CNI, sekaligus menetapkan sebagai OVN dan PSN. Saat ini fasilitas smelter PT CNI, semua mesin dan material dari China sudah tiba di Wolo. “Sebagian besar telah terpasang dan selanjutnya yang tinggal beberapa persen akan dilakukan pemasangan berkelanjutan," jelasnya.
Smelter PT CNI menggunakan 2 teknologi utama. Pertama, teknologi Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas 4×72 MVA. Terdiri dari 4 lajur produksi untuk mengolah bijih nikel saprolite yang ditargetkan rampung 2024.
Lihat Juga :