Jusuf Kalla Blak-blakan 90% Nikel Indonesia Dikuasai China

Senin, 27 November 2023 - 15:07 WIB
loading...
Jusuf Kalla Blak-blakan...
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan mayoritas nikel di Indonesia dikuasai China. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan saat ini 90% nikel di Indonesia dikuasai China. Hal itu lantaran Indonesia belum memiliki teknologi sendiri untuk melakukan hilirisasi.

JK menilai, penguasaan teknologi dan dukungan politik lewat penerbitan regulasi menjadi modal utama Indonesia untuk bisa menguasai teknologi. Sebab, hanya lewat penguasaan teknologi Indonesia mampu menjadi negara maju.

"Kita bicara banyak hal, kita bicara kembali nikel, 90% nikel ini dikuasai oleh China, karena kita menganggap teknologi dari mereka, kita selalu harga diri rendah seakan-akan tidak bisa menguasai teknologi," ujar JK dalam acara Economix: Global Economic Challenges di Universitas Indonesia, Senin (27/11/2023).

Baca Juga: Tak Berizin, 3 Kapal Muatan Nikel Ilegal Ditangkap Bakamla di Kolaka

Menurut JK program hilirisasi untuk Komoditas di Indonesia mampu memantik pertumbuhan ekonomi. Namun sayangnya program hilirisasi pada akhirnya tetap dikuasai pengusaha asing, karena di dalam negeri teknologi belum dikuasai.

"Kita bisa menguasai teknologi itu, smelter, listrik, semua bisa kita kuasai dengan tenaga-tenaga anda, insinyur-insinyur muda, jadi kemajuan itu bisa apabila kita punya pengaruh politik dan penguasaan teknologi," kata JK.

Menurutnya Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Tapi sayangnya, saat ini kekayaan alam itu banyak yang masih dijual dalam bentuk mentah karena belum mampu untuk diolah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Rekomendasi
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved