Kemenperin Targetkan 156 Kawasan Industri hingga Akhir Tahun
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 19:30 WIB
loading...
Kemenperin menargetkan 156 kawasan industri dengan luas lahan 65.000 hektare pada akhir tahun 2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan 156 kawasan industri dengan luas lahan 65.000 hektare pada akhir tahun 2020. Pemerintah telah berupaya mempermudah penataan ruang dalam pembangunan kawasan industri yang terintegrasi.
"Contohnya, di luar Pulau Jawa, kawasan akan difokuskan pada industri berbasis sumber daya alam. Salah satunya adalah Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah yang dikhususkan untuk industri logam berbasis nikel," ujar Direktur Perwilayahan Industri Ditjen KPAII Kemenperin Ignatius Warsito di Jakarta, Jumat (7/8/2020)
Dia melanjutkan konsep tematik di tiap kawasan industri tersebut sesuai dengan kompetensi di daerahnya. "Pengelompokan industri sejenis, juga dapat menguntungkan perusahaan," katanya.
(Baca Juga: Jaring Investor Asing, 27 Kawasan Industri Terpadu Disiapkan)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FINI Alexander Barus menyampaikan, forumnya telah menghimpun sebanyak 23 industri smelter nikel di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 3,79 juta metrik ton NPI per tahun dan 0,8 juta metrik ton per tahun atau hampir 90% kapasitas smelter nasional. "Di FINI juga ada beberapa perusahaan tambang nikel dan turunannya mulai bergabung," sebutnya.
"Contohnya, di luar Pulau Jawa, kawasan akan difokuskan pada industri berbasis sumber daya alam. Salah satunya adalah Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah yang dikhususkan untuk industri logam berbasis nikel," ujar Direktur Perwilayahan Industri Ditjen KPAII Kemenperin Ignatius Warsito di Jakarta, Jumat (7/8/2020)
Dia melanjutkan konsep tematik di tiap kawasan industri tersebut sesuai dengan kompetensi di daerahnya. "Pengelompokan industri sejenis, juga dapat menguntungkan perusahaan," katanya.
(Baca Juga: Jaring Investor Asing, 27 Kawasan Industri Terpadu Disiapkan)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FINI Alexander Barus menyampaikan, forumnya telah menghimpun sebanyak 23 industri smelter nikel di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 3,79 juta metrik ton NPI per tahun dan 0,8 juta metrik ton per tahun atau hampir 90% kapasitas smelter nasional. "Di FINI juga ada beberapa perusahaan tambang nikel dan turunannya mulai bergabung," sebutnya.
Lihat Juga :