Prasmul Day 2020 Jadi Ajang Pembelajaran Realita Industri
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 17:31 WIB
loading...
Universitas Prasetiya Mulya akan menghadirkan kembali ajang tahunan Prasmul Day pada 10-16 Agustus 2020. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Revolusi Industri pertama dan kedua merupakan awal pembangunan berbagai bidang industri, seperti pertanian, manufaktur, dan transportasi. Meskipun masa tersebut telah berdampak besar pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, kini manusia memasuki era digitalisasi yang ditandai dengan otomatisasi dan kehadiran internet.
Akrab disebut sebagai Revolusi Industri 4.0, masyarakat dihadapkan dengan peralihan baru dari segi pola hidup, informasi, pertukaran data, dan komunikasi. (Baca juga: Kemenperin Targetkan 156 Kawasan Industri hingga Akhir Tahun )
Penanaman teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang telah mengubah kehidupan manusia secara signifikan, serta mengundang perkembangan industri dalam laju yang jauh lebih cepat dari era sebelumnya.
Dalam rapat terbatas ‘Perencanaan Transformasi Digital’ di Istana Merdeka, Presiden Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya perihal posisi transformasi digital Indonesia yang tergolong rendah dibandingkan negara lain.
Menurut Presiden Jokowi, ketertinggalan tersebut dapat tersusul dengan mencetak SDM bertalenta digital. Untuk menyanggupi amanat Presiden Jokowi, SDM tanah air harus memiliki ilmu mumpuni di bidang sains dan teknologi, yang terbungkus dalam keterampilan serta mindset kewirausahaan.
Akrab disebut sebagai Revolusi Industri 4.0, masyarakat dihadapkan dengan peralihan baru dari segi pola hidup, informasi, pertukaran data, dan komunikasi. (Baca juga: Kemenperin Targetkan 156 Kawasan Industri hingga Akhir Tahun )
Penanaman teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang telah mengubah kehidupan manusia secara signifikan, serta mengundang perkembangan industri dalam laju yang jauh lebih cepat dari era sebelumnya.
Dalam rapat terbatas ‘Perencanaan Transformasi Digital’ di Istana Merdeka, Presiden Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya perihal posisi transformasi digital Indonesia yang tergolong rendah dibandingkan negara lain.
Menurut Presiden Jokowi, ketertinggalan tersebut dapat tersusul dengan mencetak SDM bertalenta digital. Untuk menyanggupi amanat Presiden Jokowi, SDM tanah air harus memiliki ilmu mumpuni di bidang sains dan teknologi, yang terbungkus dalam keterampilan serta mindset kewirausahaan.
Lihat Juga :