Investor Saham Raup Cuan dari Kejatuhan Israel, Operasi Badai Al-Aqsa Bocor

Rabu, 06 Desember 2023 - 10:44 WIB
loading...
Investor Saham Raup...
Israel mengaku sedang menyelidiki klaim bahwa beberapa investor saham mungkin telah mengetahui serangan Hamas terhadap Israel sebelum terjadi pada 7 Oktober. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Israel mengaku sedang menyelidiki klaim bahwa beberapa investor saham mungkin telah mengetahui serangan Hamas terhadap Israel sebelum terjadi pada 7 Oktober. Sebuah studi akademis menunjukkan investor yang bertaruh ekonomi Israel bakal melemah, mungkin telah menghasilkan banyak uang.

Baca Juga: Terungkap! Ini Mesin-mesin Duit Israel: Salah Satunya Berlian

Para peneliti menemukan short-selling yang signifikan menjelang serangan operasi Badai Al-Aqsa oleh Hamas. Short-selling adalah ketika investor mencoba menghasilkan uang dari saham, obligasi atau instrumen keuangan lainnya yang menurut mereka akan turun harganya.

Baca Juga: Bank Sentral Israel Belum Pangkas Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Perang

Mereka mengatur untuk menjual saham yang belum mereka miliki dengan harga saat ini, berharap bisa membelinya nanti dengan harga lebih murah sebelum saham berpindah tangan, sehingga mereka kemudian dapat menyimpan selisihnya.

"Beberapa hari sebelum serangan, para pedagang (trader saham) tampaknya mengantisipasi peristiwa yang akan datang," kata peneliti Robert Jackson Jr dari New York University dan Joshua Mitts dari Columbia University.

Mereka mengatakan short-selling "jauh melebihi short-selling yang terjadi selama banyak periode krisis lainnya, termasuk resesi setelah krisis keuangan, perang Israel-Gaza 2014, dan pandemi Covid-19".

Para peneliti mengatakan, mereka telah mengidentifikasi peningkatan dramatis dalam investor yang ingin menjual saham di perusahaan-perusahaan Israel di Bursa Efek Tel Aviv.

Tercatat juga ada lonjakan aktivitas penjualan dalam investasi yang melacak pergerakan saham Israel yang dikenal sebagai Exchange Traded Fund (ETF).

ETF adalah dana yang dapat dibeli dan dijual yang berinvestasi dalam kumpulan saham yang mendasarinya. Mereka biasanya melacak pergerakan dalam indeks seperti FTSE 100 atau Dow Jones, yang memungkinkan investor untuk membeli atau menjual seluruh kelas aset – dalam hal ini, perusahaan Israel.

Studi tersebut mengatakan, aktivitas short-selling di MSCI Israel Exchange Traded Fund "tiba-tiba, dan secara signifikan, melonjak" pada 2 Oktober, hal itu berdasarkan data dari pengawas keuangan AS, Otoritas Pengatur Industri Keuangan.

Dalam laporan setebal 66 halaman, mereka menambahkan bahwa: "Tepat sebelum serangan (operasi Badai Al-Aqsa) itu, short-selling sekuritas Israel di Bursa Efek Tel Aviv meningkat secara dramatis."

Sebagai tanggapan, Otoritas Sekuritas Israel mengatakan: "Masalah ini diketahui oleh otoritas dan sedang diselidiki oleh semua pihak terkait."

Studi tersebut mengatakan, bahwa 4,43 juta saham baru di Leumi, bank terbesar Israel, dijual pendek antara periode 14 September dan 5 Oktober, menghasilkan keuntungan 3,2 miliar shekel (USD862 juta).

"Temuan kami menunjukkan bahwa para pedagang dapat informasi tentang serangan, lalu mendapat untung dari peristiwa tragis ini. Hal itu kerap terjadi berdasarkan literatur kami sebelumnya menunjukkan bahwa perdagangan semacam ini pernah terjadi di AS dan ada celah penegakan internasional larangan hukum pada perdagangan informasi," kata studi tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Berita Terkini
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Infografis
Serahkan Kendali ke...
Serahkan Kendali ke Uni Eropa, Israel Mundur dari Perlintasan Rafah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved