Pintar Merawat, Harga Burung Bisa Melesat hingga Miliaran
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
“Sekitar Rp200 juta lebih. Itu enam tahun lalu. Sekarang ditawar tiga kali lipatnya, tetapi yang punya belum mau lepas,” paparnya.
Jos mengungkapkan, menangkar burung berpredikat juara juga menguntungkan bagi orang yang ingin memulai bisnis. Sebab, kini para penghobi burung rela mengeluarkan uang untuk membeli burung tangkaran dari indukan juara.
Cucakrawa misalnya, untuk kategori anakan bisa dihargai Rp30 juta per ekor. “Namun, burung ini langka, posturnya gagah dan suaranya mantap. Jika dirawat dengan baik dan sering menang lomba, harganya bisa miliaran,” ungkapnya.
Meskipun menguntungkan, para penghobi dan penangkar burung berkicau tetap memperhatikan kelestarian ekosistemnya di alam. Para penangkar umumnya melepas sepertiga dari burung yang ditangkarnya untuk dikembalikan ke alam bebas. (Lihat videonya: Melanggar Protokol, 31 Perkantoran Ditutup Sementara)
Para penangkar juga harus melapor dan mendapatkan izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). “Tetap harus memperhatikan ekosistemnya sehingga tidak punah. Petugas BKSDA juga melakukan penyuluhan dan pengawasan secara berkala,” ucapnya. (Anton C)
Jos mengungkapkan, menangkar burung berpredikat juara juga menguntungkan bagi orang yang ingin memulai bisnis. Sebab, kini para penghobi burung rela mengeluarkan uang untuk membeli burung tangkaran dari indukan juara.
Cucakrawa misalnya, untuk kategori anakan bisa dihargai Rp30 juta per ekor. “Namun, burung ini langka, posturnya gagah dan suaranya mantap. Jika dirawat dengan baik dan sering menang lomba, harganya bisa miliaran,” ungkapnya.
Meskipun menguntungkan, para penghobi dan penangkar burung berkicau tetap memperhatikan kelestarian ekosistemnya di alam. Para penangkar umumnya melepas sepertiga dari burung yang ditangkarnya untuk dikembalikan ke alam bebas. (Lihat videonya: Melanggar Protokol, 31 Perkantoran Ditutup Sementara)
Para penangkar juga harus melapor dan mendapatkan izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). “Tetap harus memperhatikan ekosistemnya sehingga tidak punah. Petugas BKSDA juga melakukan penyuluhan dan pengawasan secara berkala,” ucapnya. (Anton C)
(ysw)
Lihat Juga :