Pintar Merawat, Harga Burung Bisa Melesat hingga Miliaran

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:19 WIB
loading...
A A A
“Saat itu kompetitornya kacer seharga ratusan juta. Seperti kacer raja rimba dari Jember dan kacer suropati asal Bekasi. Tapi burung milik saya jadi juara,” ungkapnya. Alhasil, kacer miliknya dibeli oleh Johan Halim, pengusaha asal Malang, senilai Rp125 juta.

Selain Kacer, Jos pernah beruntung saat memelihara burung anis merah. Burung yang memiliki populasi besar di Pulau Dewata, Bali, itu dibelinya Rp2 juta. Setelah dirawat sekitar satu setengah tahun, burung tersebut dibeli oleh Cahyo Matrix, seorang pengusaha rokok asal Malang yang juga penghobi burung.

“Dibeli Rp100 juta, saya dengar sekarang harganya sudah Rp400 juta dan diminati oleh pengusaha asal Tasikmalaya,” tuturnya. Yang paling mahal, ungkap dia, burung murai batu bernama Robinson milik pengusaha asal Sidoarjo. “Pemiliknya membeli dengan barter Toyota Alphard. Burung yang sering menang lomba harganya ratusan juta hingga miliaran," paparnya. (Baca: Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan)

Hal yang membuat harga burung mahal, kata Jos, karena burung tersebut kerap memenangi lomba tingkat nasional. “Jadi tidak sekadar bersuara merdu, tetapi juga sering diikutkan kontes atau lomba tingkat nasional sehingga kualitasnya benar-benar teruji. Juga dirawat dengan cara yang benar,” paparnya.

Jos mengibaratkan pemain sepakbola yang dihargai mahal karena performanya di lapangan. “Jika tidak pernah ikut kontes, mana bisa burung itu jadi dikenal dan berharga mahal,” ujarnya.

Saat ini Jos dipercaya pengusaha asal Sumenep, Madura, untuk merawat seekor crendet atau pendet. Burung tersebut dibeli oleh pemiliknya lewat barter dengan satu unit mobil jenis low MPV baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Metro Timur Indonusa...
Metro Timur Indonusa Investasi USD1 Juta, Dukung Pengembangan Alat AI bagi Kreator
Pekerja Muda Beralih...
Pekerja Muda Beralih ke Peluang Usaha Minim Risiko demi Stabilitas Finansial
Rocket Day 2025, 25...
Rocket Day 2025, 25 Pengusaha Muda Buka Peluang Ekonomi Senilai Rp4,17 Miliar
Bukan Cuma Transaksi,...
Bukan Cuma Transaksi, AgenBRILink Buka Peluang Usaha hingga Pelosok Negeri
Bermodal Rp150 Ribu,...
Bermodal Rp150 Ribu, Pasticuan Bantu Wujudkan Mimpi Jadi Pengusaha Ekspor Impor
Memacu Kreativitas Usaha...
Memacu Kreativitas Usaha lewat Kampoeng Cokelat
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
BCA Berbagi Ilmu Ajak...
BCA Berbagi Ilmu Ajak Mahasiswa Untirta Ubah Kegagalan Jadi Peluang
Terungkap Kebiasaan...
Terungkap Kebiasaan Burung Galapagos Melakukan Perjalanan Sejauh 3.000 Mil
Rekomendasi
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Tidur Nyenyak Bisa Kurangi...
Tidur Nyenyak Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini hingga 40%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved