alexametrics

Nasabah Mikro Paling Rentan Dapatkan Restrukturisasi Kredit

loading...
Nasabah Mikro Paling Rentan Dapatkan Restrukturisasi Kredit
Nasabah mikro kredit perbankan paling terkena terkena dampak erupsi Gunung Agung di Bali, meski begitu diyakini tidak akan meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nasabah mikro kredit perbankan terkena dampak erupsi Gunung Agung di Bali. Industri pariwisata yang menjadi andalan Bali akan menjadi sumber kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang signifikan apabila negara asing tetap melarang warganya berkunjung ke Bali.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, total kredit yang terdampak langsung atau tidak langsung erupsi Gunung Agung sebesar Rp554 miliar. Sedangkan jumlah nasabahnya sejumlah kurang lebih 17 ribu debitur. “Sekitar 20% dari total kredit tersebut sudah diputus untuk dapat direstrukrisasi kreditnya,” ujar Suprajarto di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Dia menambahkan debitur atau peminjam kredit yang paling banyak terdampak adalah sektor mikro dan ritel seperti pengusaha perhotelan dan jasa wisata. Namun Suprajarto menyebut dampak dari erupsi Gunung Agung tidak akan meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL) BRI yang hingga akhir kuartal III 2017 ada di posisi 2,33% (gross).

"NPL tidak akan menjadi besar. Lagipula budaya orang Bali itu walau sekarang nunggak, tapi nunggak itu sesuatu yang tabu. Jadi kami optimistis kalau Bali akan cepat recovery," kata Suprajarto

Perseroan, lanjutnya, sudah menyiapkan upaya mitigasi agar NPL tidak meningkat. Suprajarto meyakini NPL BRI di akhir tahun tetap akan berada jauh di bawah tiga persen. "Secara nasional, NPL (terbesar) mungkin masih ada di kredit segmen menengah mungkin ya, karena paling banyak di wilayah di cabang, seperti untuk sektor perdagangan, termasuk konstruksi," ujar dia.

Sementara Sekretaris Perusahaan Bank BCA Jan Hendra mengatakan dampak erupsi tersebut tidak terlalu signifikan untuk perseroan. Meskipun terkena dampak namun diprediksi hanya sementara.

“Semoga balik normal dalam waktu cepat. Sejauh komunikasi kami dengan para nasabah, belum ada yang perlu dilakukan restrukturisasi sampai saat ini. Namun kami prinsipnya akan menunggu kebijakan dari regulator apabila ada instruksi khusus untuk nasabah korban,” ujar Hendra kemarin.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top