Diziarahi Kemendes PDTT pada HBT ke-73, Ini Kisah Makam Pionir Transmigrasi
Kamis, 07 Desember 2023 - 18:13 WIB
loading...
Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT Danton Ginting Munthe saat ziarah dan tabur bunga di Makam Pionir Transmigrasi di Indramayu, Kamis (7/12/2023). Foto/Ist/Kemendes
A
A
A
JAKARTA - Kendati tak seramai dulu, program transmigrasi secara kontinyu terus berjalan di Indonesia. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menegaskan, program ini terus dilaksanakan antara lain guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Konsep transmigrasi pada dasarnya menjadi upaya pemerintah untuk memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain di dalam suatu negara dengan tujuan pengembangan daerah tertentu. Secara etimologi, istilah kata transmigrasi berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata trans yang berarti seberang dan migrare yang berarti berpindah. Istilah ini sudah terkenal sejak zaman pemerintah Kolonial belanda dan pertama kali dikemukakan secara resmi oleh Ir. Soekarno pada tahun 1927.
Penyelenggaraan transmigrasi di Indonesia sejatinya telah dimulai sejak zaman kolonial, tepatnya pada 1905. Hal itu ditandai dengan pemindahan dan penempatan 155 kepala keluarga (KK) dari Kedu, Jawa Tengah, ke Gedong Tataan, Lampung. Sementara, setelah Indonesia merdeka, transmigrasi pertama kali dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1950 dengan pemindahan penduduk dari Jawa Tengah ke Lampung dan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Karena itu, Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) diperingati setiap tanggal 12 Desember.
Baca Juga: Kemendes PDTT Matangkan Konsep Transmigrasi Transpolitan
Menyongsong Hari Bhakti Transmigrasi yang tahun ini memasuki ke-73 tahun, Kemendes PDTT mengambil tema "Transmigrasi Satukan Negeri" yang akan dipusatkan di Kabupaten Lampung Timur pada 12 Desember 2023. Kemendes PDTT pun menggelar ziarah dan tabur bunga di Kompleks Makam Pionir Transmigrasi di Kecamatan Sukra, Indramayu, Jawa Barat, hari ini.
Prosesi tabur bunga yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kemendes PDTT Danton Ginting Munthe ini merupakan agenda rutin dalam menyongsong Hari Bhakti Transmigrasi. "Ini menjadi bukti komitmen Kementerian Desa dan PDTT dalam terus menggelorakan program transmigrasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang tidak perlu diragukan lagi," ungkap Danton dalam siaran pers, Kamis (7/12/2023).
Menilik sejarah, makam ini berawal dari peristiwa pada 11 Maret 1974, yang ditetapkan sebagai hari berduka bagi sejarah panjang transmigrasi di Indonesia. Kala itu, rombongan transmigran asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang menuju Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Rumbia di Lampung mengalami peristiwa memilukan. Satu dari enam bus pengangkut 70 transmigran asal Kecamatan Andong, Boyolali, mengalami kecelakaan.
Konsep transmigrasi pada dasarnya menjadi upaya pemerintah untuk memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain di dalam suatu negara dengan tujuan pengembangan daerah tertentu. Secara etimologi, istilah kata transmigrasi berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata trans yang berarti seberang dan migrare yang berarti berpindah. Istilah ini sudah terkenal sejak zaman pemerintah Kolonial belanda dan pertama kali dikemukakan secara resmi oleh Ir. Soekarno pada tahun 1927.
Penyelenggaraan transmigrasi di Indonesia sejatinya telah dimulai sejak zaman kolonial, tepatnya pada 1905. Hal itu ditandai dengan pemindahan dan penempatan 155 kepala keluarga (KK) dari Kedu, Jawa Tengah, ke Gedong Tataan, Lampung. Sementara, setelah Indonesia merdeka, transmigrasi pertama kali dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 1950 dengan pemindahan penduduk dari Jawa Tengah ke Lampung dan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Karena itu, Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) diperingati setiap tanggal 12 Desember.
Baca Juga: Kemendes PDTT Matangkan Konsep Transmigrasi Transpolitan
Menyongsong Hari Bhakti Transmigrasi yang tahun ini memasuki ke-73 tahun, Kemendes PDTT mengambil tema "Transmigrasi Satukan Negeri" yang akan dipusatkan di Kabupaten Lampung Timur pada 12 Desember 2023. Kemendes PDTT pun menggelar ziarah dan tabur bunga di Kompleks Makam Pionir Transmigrasi di Kecamatan Sukra, Indramayu, Jawa Barat, hari ini.
Prosesi tabur bunga yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kemendes PDTT Danton Ginting Munthe ini merupakan agenda rutin dalam menyongsong Hari Bhakti Transmigrasi. "Ini menjadi bukti komitmen Kementerian Desa dan PDTT dalam terus menggelorakan program transmigrasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang tidak perlu diragukan lagi," ungkap Danton dalam siaran pers, Kamis (7/12/2023).
Menilik sejarah, makam ini berawal dari peristiwa pada 11 Maret 1974, yang ditetapkan sebagai hari berduka bagi sejarah panjang transmigrasi di Indonesia. Kala itu, rombongan transmigran asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang menuju Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Rumbia di Lampung mengalami peristiwa memilukan. Satu dari enam bus pengangkut 70 transmigran asal Kecamatan Andong, Boyolali, mengalami kecelakaan.
Lihat Juga :