Relawan Ganjar-Mahfud Rangkul Disabilitas Berlatih Merajut di Lombok Tengah
Jum'at, 08 Desember 2023 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
"Merajut ini supaya bisa memperbaiki keuangan atau ekonomi mereka. Apalagi sekarang dengan semua bahan makanan, bahan pokok kita begitu mahal. Semoga pelatihan ini bisa membuat mereka ada penghasilan lebih, nilai tambah untuk depannya," ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, Relawan Ganjar-Mahfud memberikan bantuan peralatan merajut seperti sejumlah benang, jarum, penggaris, kayu rajut, dan lain sebagainya untuk mendukung para penyandang disabilitas memulai usaha.
"Itu untuk menunjang dari kegiatan ini. Semua bahannya itu dari benang, jarum, kemudian alat sulam, penggaris, pensil semua kami sediakan untuk mereka memulai usaha," ucap Nani.
Pihaknya juga terinspirasi oleh sosok Ganjar Pranowo yang sangat peduli dan memperhatikan penyandang disabilitas dengan program kemandirian.
"Kami sangat terinspirasi oleh Pak Ganjar dan Pak Mahfud karena setiap datang ke sini beliau kerap mengumpulkan teman-teman disabilitas ini. Kami berharap supaya tetap merangkul kita di wilayah NTB. Kami butuh program-program yang bisa membuat kita selalu menjadi yang terdepan," ujarnya.
Suryani sebagai pemateri yang juga penyandang disabilitas mengatakan para peserta diajari cara merajut barang-barang seperti tas dan pakaian dengan beberapa teknik sulat dengan kerangka bulat. Motif yang dibuat, misalnya, bunga-bunga.
"Saya mempraktikkan menyulam tas tote bag. Teknik sulam dasar dengan kerangka bulat. Dari sini, mereka sangat antusias karena telah membuat suatu hal yang baru," ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, Relawan Ganjar-Mahfud memberikan bantuan peralatan merajut seperti sejumlah benang, jarum, penggaris, kayu rajut, dan lain sebagainya untuk mendukung para penyandang disabilitas memulai usaha.
"Itu untuk menunjang dari kegiatan ini. Semua bahannya itu dari benang, jarum, kemudian alat sulam, penggaris, pensil semua kami sediakan untuk mereka memulai usaha," ucap Nani.
Pihaknya juga terinspirasi oleh sosok Ganjar Pranowo yang sangat peduli dan memperhatikan penyandang disabilitas dengan program kemandirian.
"Kami sangat terinspirasi oleh Pak Ganjar dan Pak Mahfud karena setiap datang ke sini beliau kerap mengumpulkan teman-teman disabilitas ini. Kami berharap supaya tetap merangkul kita di wilayah NTB. Kami butuh program-program yang bisa membuat kita selalu menjadi yang terdepan," ujarnya.
Suryani sebagai pemateri yang juga penyandang disabilitas mengatakan para peserta diajari cara merajut barang-barang seperti tas dan pakaian dengan beberapa teknik sulat dengan kerangka bulat. Motif yang dibuat, misalnya, bunga-bunga.
"Saya mempraktikkan menyulam tas tote bag. Teknik sulam dasar dengan kerangka bulat. Dari sini, mereka sangat antusias karena telah membuat suatu hal yang baru," ungkapnya.
Lihat Juga :