Ketua Akumandiri Ungkap Penyebab UMKM Berlabuh ke Pinjol

Senin, 11 Desember 2023 - 12:36 WIB
loading...
Ketua Akumandiri Ungkap...
Banyak pelaku UMKM yang berlabuh ke pinjol. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Hasil temuan monitoring dan evaluasi Kementerian Koperasi dan UKM soal penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR ) banyak ketidaksesuaian yang ditemukan dan dirasakan pelaku UMKM di lapangan.

Baca juga: Waduh, Kemenkop UKM Temukan 2 PNS Masih Jadi Penerima KUR

Ketua Umum Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny mengatakan, ketidaksesuaian penyaluran KUR bukan kewajiban semata, seharusnya lebih ke bank penyalur karena akan berdampak ke mereka.

"Hanya saja anggota kita, paling kita hanya bantu melalui korlap-korlap, kita ada survei lagi untuk pendampingan, untuk mengetahui, perkembangan usahanya," kata Hermawati dalam Market Review IDX, Senin (11/12/2023).

Memulai Akumandiri di 2017, Hermawati menemukan kendala buat UMKM saat Covid-19 melanda dan 70% dari pelaku usaha tidak bertahan dengan kondisi itu. "Nah kita juga gak bisa terlalu banyak membantu, karena Akumandiri organisasi yang bersifat mandiri. Jadi tidak ada bantuan uang sama sekali. Sebenarnya saya berharap pemerintah dan para stakeholder misalnya, ini tiga kementerian bergerak bersama, termasuk stakeholder perbankan," jelas Hermawati.

Menurut Hermawati, perbankan sendiri sudah memiliki data pelaku UMKM dan bisa memilah. Bahkan ada wacana pemutihan kredit yang dianggap menarik, supaya pelaku usaha bisa dibina. Jika pelaku usaha tersebut tidak bertahan, ada kesempatan buka usaha lagi dan seharusnya bisa dibina lagi, dan mereka juga butuh negara hadir.

Bergerak dari 2017, Hermawati menemukan ada tiga kementerian yang hanya meminta data saja pada Akumandiri. "Kalau saya kasih data, saya dapat apa? Saya gak minta uang, paling tidak programnya di pelatihan, ada bazar tapi kan nggak pernah diberikan. Mereka hanya memberi UMKM yang itu saja, yang sudah naik kelas banget gitu loh, tapi UMKM mikro yang belum tersentuh jarang sekali diangkat mereka," jelas Hermawati.

Dengan temuan ini, Hermawati mengungkapkan adanya pemblokiran dana sehingga membuat pelaku usaha tersebut malah berakhir ke pinjaman online (pinjol).

"Hampir sekarang yang mikro yang omzetnya di bawah Rp500 juta itu larinya ke pinjol karena mereka tidak butuh adanya BI checking (SLIK OJK). Jadi mereka lari ke sana untuk hanya sekedar menyelesaikan masalah saat itu karena mudah, padahal ada PNM," jelas Hermawati.

Baca juga: Pertempuran Membara di Seluruh Gaza, Perbatasan Lebanon Penuh Baku Tembak

Dengan demikian, Akumandiri berharap pemerintah benar-benar mengeksekusi dengan jelas dan untuk perbankan juga harus ada warning atau pengawasan. Alhasil ada perlakuan yang tepat untuk UMKM.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Rekomendasi
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved