BI Catat Utang Luar Negeri Swasta Naik 4,2%

Selasa, 16 Januari 2018 - 11:48 WIB
BI Catat Utang Luar...
BI Catat Utang Luar Negeri Swasta Naik 4,2%
A A A
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2017 tercatat sebesar USD347,3 miliar atau tumbuh 9,1% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN sektor swasta dan sektor publik masing-masing mengalami peningkatan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan, posisi ULN sektor swasta pada November 2017 tercatat sebesar USD170,6 miliar atau tumbuh 4,2% (yoy), lebih tinggi dari 1,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Sementara itu, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar USD176,6 miliar pada periode yang sama atau tumbuh 14,3% (yoy), meningkat dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 8,4% (yoy)," ujar Agusman di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Berdasarkan jangka waktu asal, struktur ULN Indonesia pada akhir November 2017 masih aman. Menjrut dia, ULN tetap didominasi ULN jangka panjang yang memiliki pangsa 85,7% dari total ULN dan pada November 2017 tumbuh 7,5% (yoy), meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,9% secara yoy.

Sementara, ULN berjangka pendek dengan pangsa 14,3% dari total ULN tumbuh 19,8% (yoy) atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada Oktober 2017 (10,8% yoy). Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir November 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan.

"Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 77,6%, sedikit meningkat dibandingkan pangsa bulan sebelumnya (76,9%)," papar dia.

Pertumbuhan ULN secara tahunan di sektor keuangan, industri pengolahan dan LGA tercatat meningkat. Di sisi lain, ULN di sektor pertambangan secara tahunan tercatat mengalami pertumbuhan negatif. Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada November 2017 tetap terkendali.

"Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang pada akhir November 2017 tercatat stabil di kisaran 34%," katanya.

Dia menuturkan, rasio tersebut masih lebih baik dibanding rata-rata negara peers. BI terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk meyakinkan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
7 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
9 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
10 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
12 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
13 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
13 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved