Lahir di Amerika, Mata Uang Ini Justru Populer di Negara Muslim

Senin, 11 Desember 2023 - 18:04 WIB
loading...
Lahir di Amerika, Mata...
Penduduk di negara-negara muslim banyak yang menggunakan aset kripto. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Lahir di Amerika Serikat pada 1983, aset kripto atau bisa disebut mata uang digital terus berevolusi. Pada awalnya, David Chaum ahli kriptografi dari Amerika menggunakan uang elektronik kriptografi yang disebut e-cash.

Baca juga: Terseok-seok Sepanjang 2022, Pasar Crypto Mulai Bangkit Tahun Ini

12 tahun kemudian, David mengimplementasikan aset kripto melalui Digicash, bentuk awal pembayaran elektronik kriptografi yang memerlukan perangkat lunak pengguna untuk menarik catatan dari bank dan menunjuk kunci terenkripsi tertentu sebelum dapat dikirim ke penerima. Langkah ini memungkinkan mata uang digital tidak dapat dilacak oleh bank penerbit, pemerintah, atau pihak ketiga mana pun.

Aset kripto semakin tenar di 2009 usai Satoshi Nakamoto, pengembang kriptografi anonim, berhasil menciptakan Bitcoin, aset kripto yang terdesentralisasi pertama. Setelah itu bermunculan berbagai aset kripto yang nama-namanya mirip, seperti Litecoin dan Peercoin.

Meski lahir di Amerika, Aset Kripto ternyata diminati banyak negara. Di negara-negara muslim aset kripto begitu populer.

Baca juga: 4 Beasiswa Luar Negeri dengan Benefit Selangit yang Jarang Dilirik

Popularitas aset kripto di negara-negara muslim terlihat dari banyaknya warga di sana yang menggunakan aset kripto. Berdasarkan data World of Statistic, ini 10 negara yang persentase populasinya paling banyak menggunakan aset kripto:

1. Uni Arab Emirates: 27,67%
2.Vietnam: 21,19%
3. Arab Suadi: 17,53%
4. Amerika Serikat: 14,36%
5. Singapura: 13,93%
6. Iran: 13,46%
7. Filipina: 13,43%
8. Ukraina: 10,30%
9. Venezuela: 10,30%
10.Afrika Selatan:: 10%

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Rekomendasi
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Berita Terkini
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved