Ekonom Buka-bukaan Soal Dua Sisi Boikot Produk Pro Israel
Rabu, 13 Desember 2023 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Salah sasaran atas aksi boikot akan mengurangi makna solidaritas terhadap Palestina dan tekanan kepada Israel. Lebih memprihatinkan lagi karena ternyata dampak aksi boikot ini telah nyata terhadap pengurangan produksi dan penjualan dari produk-produk serta merek yang sejauh ini telah menjadi sasaran. ”Terhadap produk jadi sasaran boikot, memang ada dampaknya.”
Maka Faisal menyarankan, Pemerintah perlu mengantisipasi khusus. Meskipun dengan program yang sudah ada. ”Misalnya terjadi PHK gara-gara penurunan permintaan, ini kan sebetulnya pada saat pandemi sudah ada program-program untuk menolong mereka yang terkena PHK. Ini bisa jadi consider kalau dampaknya meluas,” sarannya.
Dampak terhadap ketenagakerjaan itu lah, menurut Faisal, menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah saat ini. Perlu diantisipasi secara lebih dini seiring dengan dampak nyata yang terjadi dari aksi boikot ini.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyampaikan hal yang sama. ”Iya produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods) memang cukup terkena dampak mengingat produk-produk ini lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dan perputarannya cepat,” ungkapnya.
Sehingga, kata Eko, begitu aksi boikot dijalankan masyarakat, maka dampaknya langsung terlihat pada penurunan pendapatan secara signifikan. ”Berdasarkan beberapa informasi pengusaha, penurunan omzet bisa 30%,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melaporkan penurunan untuk produk fast moving consumer goods (FMCG) mengalami penurunan sekitar 40 persen.
Maka Faisal menyarankan, Pemerintah perlu mengantisipasi khusus. Meskipun dengan program yang sudah ada. ”Misalnya terjadi PHK gara-gara penurunan permintaan, ini kan sebetulnya pada saat pandemi sudah ada program-program untuk menolong mereka yang terkena PHK. Ini bisa jadi consider kalau dampaknya meluas,” sarannya.
Dampak terhadap ketenagakerjaan itu lah, menurut Faisal, menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah saat ini. Perlu diantisipasi secara lebih dini seiring dengan dampak nyata yang terjadi dari aksi boikot ini.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyampaikan hal yang sama. ”Iya produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods) memang cukup terkena dampak mengingat produk-produk ini lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dan perputarannya cepat,” ungkapnya.
Sehingga, kata Eko, begitu aksi boikot dijalankan masyarakat, maka dampaknya langsung terlihat pada penurunan pendapatan secara signifikan. ”Berdasarkan beberapa informasi pengusaha, penurunan omzet bisa 30%,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melaporkan penurunan untuk produk fast moving consumer goods (FMCG) mengalami penurunan sekitar 40 persen.
Lihat Juga :