Ekonom Buka-bukaan Soal Dua Sisi Boikot Produk Pro Israel
Rabu, 13 Desember 2023 - 10:33 WIB
loading...
Aksi boikot terhadap produk-produk yang diduga pro Israel diyakini rawan salah sasaran. Selain itu pemerintah Indonesia disarankan mulai antisipasi kemungkinan terjadinya PHK. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Aksi boikot terhadap produk-produk yang diduga pro Israel diyakini rawan salah sasaran. Selain itu pemerintah Indonesia disarankan mulai antisipasi kemungkinan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) dari perusahaan-perusahaan pemilik produk atau merek yang terkena dampak negatif.
Baca Juga: Marak Aksi Boikot Produk Pro Israel, JK dan Ma'ruf Amin Wanti-wanti Salah Alamat
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, aksi boikot terhadap produk yang diduga terafiliasi dengan Israel memang memiliki dua sisi. ”Satu sisi saya melihat aksi boikot ini gerakan moral yang harapannya memaksimalkan atau mengefektifkan tekanan terhadap Israel,” ucapnya dalam keterangannya, Rabu (13/11/2023).
Pada saat yang sama, di sisi lain, aksi ini juga berdampak terhadap perekonomian yang dalam hal ini adalah perekonomian Indonesia. ”Kita mesti meminimalkan dampak terhadap ekonomi Indonesia sendiri,” terusnya.
Baca Juga: Boikot Bikin McD hingga Starbucks Babak Belur, Penjualan Anjlok 70%
Hal ini perlu disikapi serius terlebih daftar produk atau merek yang beredar untuk diboikot belum tentu benar-benar sesuai dugaan yaitu terafiliasi dengan Israel. ”Karena kita tahu, list produknya berasal dari medsos yang bisa jadi kebenarannya tidak valid,” ungkap Faisal mengingatkan.
Baca Juga: Marak Aksi Boikot Produk Pro Israel, JK dan Ma'ruf Amin Wanti-wanti Salah Alamat
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, aksi boikot terhadap produk yang diduga terafiliasi dengan Israel memang memiliki dua sisi. ”Satu sisi saya melihat aksi boikot ini gerakan moral yang harapannya memaksimalkan atau mengefektifkan tekanan terhadap Israel,” ucapnya dalam keterangannya, Rabu (13/11/2023).
Pada saat yang sama, di sisi lain, aksi ini juga berdampak terhadap perekonomian yang dalam hal ini adalah perekonomian Indonesia. ”Kita mesti meminimalkan dampak terhadap ekonomi Indonesia sendiri,” terusnya.
Baca Juga: Boikot Bikin McD hingga Starbucks Babak Belur, Penjualan Anjlok 70%
Hal ini perlu disikapi serius terlebih daftar produk atau merek yang beredar untuk diboikot belum tentu benar-benar sesuai dugaan yaitu terafiliasi dengan Israel. ”Karena kita tahu, list produknya berasal dari medsos yang bisa jadi kebenarannya tidak valid,” ungkap Faisal mengingatkan.
Lihat Juga :