Kalangan Pengusaha Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Capai 5,2%
Kamis, 21 Desember 2023 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Tahun depan, lanjut dia, sektor manufaktur juga masih akan terus berada di level ekspansif, sedangkan transportasi dan pergudangan sektor akomodasi-makan minum akan menjadi sektor dengan laju pertumbuhan terpesat. Sementara sektor pariwisata diprediksi dapat merealisasikan target untuk berkontribusi 4,5% dari PDB nasional seiring dengan peningkatan mobilitas kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Baca Juga: Debat Pilpres 2024, Ujian untuk Cawapres Tanpa Latar Belakang Ekonomi
Apindo memprediksi inflasi pada tahun 2024 akan terjaga di kisaran 3,0%, sedangkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) berada di kisaran Rp15.100-15.600. "Proyeksi penguatan didasarkan pada perkiraan inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter BI tahun 2024 untuk berfokus pada pro-stability," jelasnya.
Dia menambahkan, realisasi belanja APBN masih menjadi pendorong yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi 2024. "Melalui alokasi dana yang tepat pada sektor strategis, APBN dapat menjadi instrumen penting memicu investasi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja," tuturnya.
Sementara investasi dan kinerja ekspor di tahun 2024 diprediksi kurang baik. Penyebabnya adalah pelemahan realisasi investasi di tahun politik, perkembangan ekspor Indonesia yang turun, perlambatan kinerja perdagangan dan penurunan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global.
Baca Juga: Debat Pilpres 2024, Ujian untuk Cawapres Tanpa Latar Belakang Ekonomi
Apindo memprediksi inflasi pada tahun 2024 akan terjaga di kisaran 3,0%, sedangkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) berada di kisaran Rp15.100-15.600. "Proyeksi penguatan didasarkan pada perkiraan inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter BI tahun 2024 untuk berfokus pada pro-stability," jelasnya.
Dia menambahkan, realisasi belanja APBN masih menjadi pendorong yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi 2024. "Melalui alokasi dana yang tepat pada sektor strategis, APBN dapat menjadi instrumen penting memicu investasi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja," tuturnya.
Sementara investasi dan kinerja ekspor di tahun 2024 diprediksi kurang baik. Penyebabnya adalah pelemahan realisasi investasi di tahun politik, perkembangan ekspor Indonesia yang turun, perlambatan kinerja perdagangan dan penurunan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global.
(fjo)
Lihat Juga :