Moskow Janjikan Balasan Setimpal Jika Eropa Rampok Aset Rusia

Jum'at, 22 Desember 2023 - 12:47 WIB
loading...
Moskow Janjikan Balasan...
Rusia mengancam akan melakukan pembalasan jika Eropa berani menggunakan dana hasil dari aset bank sentralnya yang disita. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Moskow menjanjikan respons balasan yang setimpal terhadap rencana penyitaan aset-aset Rusia oleh Uni Eropa
(UE). Diketahui, blok tersebut tengah berupaya untuk memakai keuntungan yang dihasilkan dari aset Rusia yang dibekukan Barat.

Tercatat, tahun lalu sekitar 260 miliar euro atau sekitar USD285 miliar (sekira Rp4.275 triliun, kurs Rp15.000 per USD) aset bank sentral Moskow dibekukan di negara-negara G7, UE, dan Australia. Secara rinci, sebanyak 210 miliar euro (USD230 miliar) cadangan devisa Rusia disimpan di UE; 191 miliar euro di Belgia; 19 miliar euro di Prancis; dan 7,8 miliar euro di Swiss.

Baca Juga: Aset Rusia Jadi Incaran, Kini Jerman Sita Rp12 Triliun dari Lembaga Keuangan Rusia

Uni Eropa berencana memobilisasi sekitar 15 miliar euro dari keuntungan yang dihasilkan aset-aset yang dibekukan ini untuk membantu Ukraina. Namun, hal itu masih menunggu persetujuan bulat dari semua negara anggota.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov telah memperingatkan bahwa Moskow akan memberikan respons setimpal jika Uni Eropa memutuskan untuk memanfaatkan keuntungan yang dihasilkan dari aset Rusia yang dibekukan tersebut.

"Jika keputusan seperti itu dibuat, maka tanggapan yang simetris akan muncul dari Federasi Rusia," tegas Siluanov kepada saluran TV Rossiya 24, seperti dilansir Russia Today, Jumat (22/12/2023).

Dia mencatat bahwa ada aset yang cukup di rekening "tipe C", rekening bank khusus dalam mata uang rubel. Beberapa di antaranya termasuk kewajiban cadangan dividen kepada pihak lawan dari negara-negara yang "tidak bersahabat". Siluanov menambahkan bahwa semua aset tersebut dibekukan, jumlahnya tidak sedikit, dan hasil penggunaannya sangat besar.

Baca Juga: Zelensky: Ukraina akan Danai Pertahanan dengan Aset Rusia yang Disita

Rencana Komisi Eropa telah tertunda sejak musim panas setelah beberapa negara anggota UE dan Bank Sentral Eropa menyampaikan kekhawatiran atas rencana pemanfaatan hasil dana Rusia yang dibekukan tersebut secara hukum dan keuangan.

Perancis, Jerman, dan Italia bersikap sangat berhati-hati terhadap gagasan tersebut. Sementara, menurut laporan terbaru oleh Financial Times, beberapa pejabat UE juga takut akan kemungkinan balasan dari Moskow jika dana tersebut disita. Surat kabar itu mengatakan inisiatif ini mendapat perhatian di antara negara-negara G7, karena AS dan UE gagal mendapatkan paket bantuan keuangan baru untuk Kiev.

Sementara itu, Kremlin mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar semua aturan yang ada, dan memperingatkan bahwa siapa pun yang memutuskan untuk menyita cadangan minyak Rusia akan menghadapi konsekuensi hukum dan yudisial yang serius.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved