Demi Hindari Resesi, Pemerintah Otak-Atik Kebijakan Fiskal
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:52 WIB
loading...
Pemerintah mengatur kebijakan terkait fiskal sebagai upaya menghindari resesi ekonomi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian Raden Pardede mengatakan, hal yang diperhatikan oleh pemerintah dalam upaya menghindari resesi ekonomi saat ini adalah mengatur kebijakan terkait fiskal sebagai kunci penggerak roda perekonomian.
Adapun berbagai kebijakan terkait stimulus fiskal, saat ini tengah digenjot oleh pemerintah guna memicu pergerakan ekonomi . "Jadi kalau dalam situasi krisis seperti ini, bisnis yang bisa berfungsi optimal adalah bisnisnya pemerintah melalui kebijakan fiskal. Karena kalau pihak swasta kan masih sangat berhati-hati," ujar Raden dalam diskusi virtual, Senin (10/8/2020).
(Baca Juga: Tak Sabaran, Pengusaha Minta BLT Pegawai Dipercepat)
Raden mengatakan, sebagai dampak dari penggenjotan stimulus fiskal semacam itu, maka defisit APBN dipastikan akan membengkak di atas 5%. Sebab, terdapat sejumlah penganggaran yang akan digunakan sebagai anggaran belanja, guna memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM dan masyarakat seperti misalnya melalui bantuan tunai.
"Jadi harus paham, kalau defisit hampir 5,3% ke atas, itu karena adanya program pemerintah sebagai upaya agar ekonomi tetap berjalan," ujarnya.
Adapun berbagai kebijakan terkait stimulus fiskal, saat ini tengah digenjot oleh pemerintah guna memicu pergerakan ekonomi . "Jadi kalau dalam situasi krisis seperti ini, bisnis yang bisa berfungsi optimal adalah bisnisnya pemerintah melalui kebijakan fiskal. Karena kalau pihak swasta kan masih sangat berhati-hati," ujar Raden dalam diskusi virtual, Senin (10/8/2020).
(Baca Juga: Tak Sabaran, Pengusaha Minta BLT Pegawai Dipercepat)
Raden mengatakan, sebagai dampak dari penggenjotan stimulus fiskal semacam itu, maka defisit APBN dipastikan akan membengkak di atas 5%. Sebab, terdapat sejumlah penganggaran yang akan digunakan sebagai anggaran belanja, guna memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM dan masyarakat seperti misalnya melalui bantuan tunai.
"Jadi harus paham, kalau defisit hampir 5,3% ke atas, itu karena adanya program pemerintah sebagai upaya agar ekonomi tetap berjalan," ujarnya.
Lihat Juga :