Pantas AS Geram, Teror Laut Merah Bisa Bikin Semua Harga Jadi Mahal

Selasa, 26 Desember 2023 - 08:39 WIB
loading...
A A A
Namun, beberapa ahli mengungkapkan gangguan perdagangan tidak berpengaruh besar pada harga-harga di AS. Musim liburan dengan lalu lintas tinggi hampir berakhir, kata Miller, yang berarti produk-produk itu telah dikirim.

Plus, ia menambahkan, barang-barang impor hanya membentuk 11% dari belanja konsumen AS, mengutip data dari Federal Reserve San Francisco. "Ini bisa memiliki dampak, tapi sangat kecil," kata Miller.

Meski begitu, para ahli mengakui bahwa hasil konflik di Laut Merah masih belum jelas. Perang regional yang lebih luas dapat mengintensifkan efek potensial pada harga, sementara resolusi cepat terhadap serangan Houthi dapat mengurangi risiko inflasi.

"Masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang bagaimana ini terjadi. Ada begitu banyak ketidakpastian," kata Miller.

Sementara itu beberapa produsen sudah merasakan dampaknya dari teror Laut Merah. Salah satunya raksasa furnitur Swedia IKEA mengumumkan minggu ini bahwa mereka sedang menjajaki opsi untuk mengamankan ketersediaan produknya, terutama yang dikirim melalui Laut Merah dan Terusan Suez dari pabrik-pabrik Asia ke pasar Barat.

Awal pekan ini, group pelayaran asal Denmark, Maersk mengatakan, telah mengalihkan kapal-kapal mereka di sekitar Afrika melalui Tanjung Harapan karena meningkatnya risiko serangan, mengurangi kapasitas efektif perjalanan Asia-Eropa sebesar 25%.

Perusahaan transportasi Jerman, Hapag-Lloyd juga mengikutinya. Namun, pengiriman kapal di sekitar Afrika meningkatkan perjalanan pulang pergi hampir dua setengah minggu, yang pasti menurunkan kapasitas pengiriman dan meningkatkan biaya.

Terusan Suez adalah arteri dan transportasi vital yang menangani sekitar 15% aktivitas pengiriman dunia, termasuk hampir 30% perdagangan peti kemas global. Serangan baru-baru ini, yang terjadi di tengah perang Israel-Hamas, telah memicu darurat perdagangan dan pengiriman baru.

Hal ini mengingatkan pada insiden 2021 di mana salah satu kapal kontainer terbesar memblokir kanal selama enam hari, mengakibatkan kerugian per harinya mencapai USD9,6 miliar untuk perdagangan global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Di Luar Kendali, Inflasi...
Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Infografis
3 Negara Mundur dari...
3 Negara Mundur dari Koalisi Laut Merah yang Dipimpin oleh AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved