Ekonom: Political Overheating Bayangi Ekonomi di 2024

Sabtu, 30 Desember 2023 - 16:51 WIB
loading...
A A A
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina, serta melemahnya daya beli masyarakat dunia, Mukhaer menyoroti masalah internal seperti tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia, rendahnya Total Factor Productivity (TFP), dan gejala deindustrialisasi yang memengaruhi kontribusi manufaktur terhadap PDB.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Calang Aceh Jaya

"Angka ICOR Indonesia tinggi mendekati 7,4%, sedangkan rerata negara ASEAN hanya 3,5%. Artinya, masih rendahnya produktivitas, rendahnya daya saing, inefisiensi, angka korupsi yang tinggi, dan menjamurnya biaya siluman dalam birokrasi ekonomi. Selain itu, TFP Indonesia juga masih di bawah banyak negara lain. Indonesia juga mengalami gejala deindustrialisasi, yang diindikasikan dengan menurunnya kontribusi manufaktur terhadap PDB," tambahnya.

Pandangan ini, kata Mukhaer, mencerminkan keprihatinan terhadap tantangan ekonomi dan politik yang kompleks di tahun-tahun mendatang. Karena itu, tegas dia, pemilihan 2024 akan menjadi penentu arah bangsa untuk dekade yang akan datang.

"Karena itu, penting memilih paslon dengan jelas, karena keputusan ini akan berdampak kemungkinan besar 10 tahun atau dua periode hingga 2034. Suatu rentang kekuasaan yang akan mendeterminasi nasib bagaimana kita mengelola bonus demografi agar tidak menyeret ke tiang sejarah malapetaka demografi. Jualan Indonesia Emas hanya sekadar khayalan kosong jika salah memilih paslon," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved