Muhammadiyah Desak Pemerintah Jadikan Pertanian Menjadi Unggulan

Minggu, 18 Maret 2018 - 23:20 WIB
Muhammadiyah Desak Pemerintah...
Muhammadiyah Desak Pemerintah Jadikan Pertanian Menjadi Unggulan
A A A
SOLO - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Natsir mendesak pemerintah membuat kebijakan yang mendorong dunia pertanian menjadi unggulan. Pasca reformasi, dunia petani dan pertanian terlihat jalan di tempat dan sulit untuk maju.

"Reformasi dulu mengkoreksi Orde Baru. Tapi ada yang bagus karena Orde Baru membangun kedaulatan petani dan pertanian," ujar Haidar Natsir saat Rakornas dan Rembug Tani Nasional di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Minggu (18/3/2018).

Bahkan pada era Orde Baru, sambung Haidar, Indonesia mampu berswasembada beras. Namun setelah reformasi, justru ironi karena dunia pertanian dan petani jalan di tempat di tengah liberalisasi ekonomi, politik, dan budaya.

Dunia pertanian justru sunyi dan terbukti beras sering kali susah, petani merugi saat panen, dan impor beragam kebutuhan. Dirinya menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki komitmen kuat dengan membangun paradigma ekonomi baru dalam mengatasi kesenjangan.

Namun hal itu harus didukung dengan kebijakan yang memasukkan dunia pertanian menjadi unggulan. Kementrian Pertanian (kementan) harus membuat kebijakan yang berani agar dunia pertanian tak jalan di tempat. Dengan demikian, dunia pertanian dan petani memiliki kedaulatan di negerinya sendiri. Melalui jihad kedaulatan pangan, diharapkan dunia pertanian dan petani berkemajuan.

Sehingga orang Indonesia tidak perlu susah mencari makan. Termasuk harus mendatangkan dari luar negeri karena dari dalam negeri tumbuh potensi besar. Pada sisi lain, PP Muhammadiyah sudah mulai mempelopori pertanian produktif, dan tumpangsari.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Nurul Yamin mengatakan, Rakornas dan Rembug Tani Nasional diantaranya mengangkat isu pertanian dan kedaulatan pangan karena sangat penting.

Rakonas sendiri bertujuan mengkonsolidasikan pengurus MPM di berbagai level persyarikatan Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam memberdayakan masyarakat. "Selain itu juga menguatkan sinergi di berbagai level, terutama majelis dan amal usaha menggerakkan masyarakat," terang Yamin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Prioritaskan...
Kementan Prioritaskan Bangun Generasi Muda Pertanian
Keterbelakangan Teknologi,...
Keterbelakangan Teknologi, Petani Hadapi Krisis PR
Menjaga Keberlanjutan...
Menjaga Keberlanjutan Pertanian RI Lewat MoU Duta Petani Milenial-PT Tsamarot
Jaga Keseimbangan Sistem,...
Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani
Eksportir Muda Berhasil...
Eksportir Muda Berhasil Kirim 1 Ton Jengkol ke Jepang
Tingkatkan Jumlah Petani...
Tingkatkan Jumlah Petani Muda untuk Ketahanan Pangan Nasional
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
7 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
8 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
9 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
10 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
11 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
12 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved