alexametrics

Indonesia Berencana Buka Penerbangan Langsung ke India

loading...
Indonesia Berencana Buka Penerbangan Langsung ke India
Pemerintah menjajaki kemungkinan membuka penerbangan langsung rute Bandara Silangit, Sumatera Utara, ke Bombay, India. Foto: Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indonesia tengah menjajaki kerja sama untuk membuka penerbangan langsung (direct flight) ke India. Rencananya, penerbangan langsung akan dibuka dari Bandara Silangit, Sumatera Utara ke Bombay, India.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk rencana tersebut pemerintah memilih Sumatera Utara karena kedekatan secara etnis masyarakatnya dengan India. Selain itu, banyak investor dari Negeri Bollywood tersebut yang tinggal dan menetap di Sumatera.

"Kita memang akan mengupayakan Sumatera Utara sebagai suatu daerah yang berkolaborasi dengan India. Selain dekat secara etnis, juga banyak investor dari India yang tinggal di sana. Tergantung nanti apakah nanti dari Silangit ke Bombay atau bagaimana," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Menurutnya, beberapa maskapai penerbangan sudah mulai tertarik untuk membuka penerbangan langsung ke India. "Dari Indonesia kita ada beberapa seperti, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya dia ingin minta. Garuda sudah tapi akan improve. Selama ini dibuat enggak direct flight dengan alasan dapat penumpang dari kota lain," imbuh dia.



Namun demikian, saat ini pihaknya masih menemukan kendala dimana ada batasan untuk jumlah penerbangan langsung yang diizinkan. "Kita memang masih punya hambatan, ada batasan jumlah yang kita peroleh untuk direct flight itu sudah habis. Jadi kita akan approve untuk ditambah," tuturnya.

Mantan Dirut AP II ini menambahkan, pihaknya juga berencana menawarkan proyek Bandara Kulonprogo ke India. Hal ini mengingat investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek tersebut sangatlah besar.

"Tapi saya enggak tahu porsinya. Policy kan ada di Kementerian BUMN, tapi mungkin karena investasi Kulon Progo juga sedikit lebih banyak investasinya dari Rp7 triliun untuk bangunan, dan konstruksi. Sedangkan tanah mereka Rp4 triliun. Jadi itu jumlah yang besar, dan akan baik kalau mereka kolaborasi. Satu hal yang baik kalau ada kolaborasi berarti ada interest untuk mendatangkan turis ke Indonesia juga. Kita tahu turis India ke Indonesia itu positif. Lebih banyak orang India ke sini daripada kita ke sana," tandas Budi.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak