alexametrics

Ada Temuan Mikroplastik, Produksi Minuman Kemasan Tetap Stabil

loading...
Ada Temuan Mikroplastik, Produksi Minuman Kemasan Tetap Stabil
Meski ada temuan mikroplastik, produksi air minum dalam kemasan tetap stabil. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menilai cemaran mikro pada produk AMDK (air minum dalam kemasan) tidak mempengaruhi produksi minuman dan makanan di Indonesia. Lantaran, minuman kemasan yang ada di Indonesia sudah berdasarkan data BPOM.

"Sementara tidak berdampak karena pemerintah cepat klarifikasi," ujar Ketua Umum GAPMMI, Adhi Lukman di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dalam pernyataan resmi BPOM, mikroplastik merupakan isu yang sedang diamati perkembangannya. Lembaga internasional seperti EFSA (European Food Safety Authority), US-Environmental Protection Agency/US-EPA saat ini sedang mengembangkan pengkajian, termasuk metode analisis untuk melakukan penelitian toksikologi terhadap kesehatan manusia.



Dalam hal ini, belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) selaku lembaga pengkaji risiko untuk keamanan pangan di bawah FAO-WHO belum mengevaluasi toksisitas plastik dan komponennya.

Oleh karena itu, belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik. Dan Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan

Nantinya, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan terus memantau isu mikroplastik dan berkoordinasi dengan lintas keahlian, akademisi, kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak