Kereta Turangga dan Commuterline Bandung Raya Adu Banteng di Cicalengka, KAI Bentuk Tim Investigasi

Jum'at, 05 Januari 2024 - 19:21 WIB
loading...
Kereta Turangga dan...
KAI akan membentuk tim investigasi, menyusul kecelakaan kereta api (KA) Turangga dan Kereta Commuterline Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Jumat pagi tadi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membentuk tim investigasi, menyusul kecelakaan kereta api (KA) Turangga dan Kereta Commuterline Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Jumat pagi tadi.

Baca Juga: Soroti Kecelakaan Kereta di Cicalengka, Begini Pesan Wapres Buat PT KAI

EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji memastikan, tim investigasi bakal terdiri dari sejumlah pihak yaitu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) , TNI, Polri, Basarnas, DJKA, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan pihak terkait.

Pembentukan tim investigasi, lanjut dia, sebagai wujud keseriusan perusahaan untuk menemukan sumber penyebab kecelakaan, sehingga dapat segera dievaluasi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan serupa dikemudian hari.

“Kami menerapkan zero tolerance terhadap kecelakaan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta. Kami berkomitmen segera menyelesaikan kejadian ini, sehingga perjalanan kereta api dapat berangsur pulih dan kembali normal," ujar Agus kepada wartawan, Jumat (5/1/2024).

Baca Juga: Penumpang Batal Berangkat Akibat Kecelakaan KA, KAI Jamin Kembalikan Bea Tiket 100%

Agus memandang, manajemen KAI telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dan meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kereta api. Di antaranya dengan melakukan peningkatan sistem komunikasi, perjalanan kereta dan berbagai hal teknis lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Penjualan Tiket Kereta...
Penjualan Tiket Kereta di Long Weekend Capai 685.933, Ini 10 Stasiun dengan Keberangkatan Tertinggi
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved