Miliarder China Jadi Penguasa Lahan Terbesar Kedua di AS, Ini Sosoknya
Kamis, 11 Januari 2024 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gara-gara Cerai, Terungkap Bill Gates Pemilik Lahan Pertanian Terbesar di AS
Kepemilikan asing atas tanah AS – terutama tanah yang digunakan untuk pertanian – telah menjadi isu politik yang sensitif dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 40 juta hektare lahan pertanian Amerika dimiliki oleh kepentingan non-AS pada tahun 2021, menurut data Departemen Pertanian terbaru.
Dalam laporan tersebut entitas dari China memiliki setara dengan 0,03% dari semua lahan pertanian AS. Kondisi itu membuat beberapa anggota parlemen mendorong aturan nasional yang membatasi investasi asing di properti pertanian Amerika.
Senat memberikan suara pada bulan Juli untuk melarang penjualan lahan pertanian di luar areal atau nilai tertentu kepada individu atau bisnis dari China, Rusia, Iran dan Korea Utara. Akan tetapi pembahasan itu akhirnya tidak ditandatangani menjadi undang-undang. Dimana hampir setengah dari semua negara memiliki semacam pembatasan kepemilikan asing.
Chen menjadikan perusahaan itu private pada tahun 2012 dan memindahkan kantor pusat grup induknya dari China ke Singapura. Investasinya mencakup ekuitas publik dan swasta, modal ventura dan real estat, menurut situs web Shanda.
Kepemilikan asing atas tanah AS – terutama tanah yang digunakan untuk pertanian – telah menjadi isu politik yang sensitif dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 40 juta hektare lahan pertanian Amerika dimiliki oleh kepentingan non-AS pada tahun 2021, menurut data Departemen Pertanian terbaru.
Dalam laporan tersebut entitas dari China memiliki setara dengan 0,03% dari semua lahan pertanian AS. Kondisi itu membuat beberapa anggota parlemen mendorong aturan nasional yang membatasi investasi asing di properti pertanian Amerika.
Senat memberikan suara pada bulan Juli untuk melarang penjualan lahan pertanian di luar areal atau nilai tertentu kepada individu atau bisnis dari China, Rusia, Iran dan Korea Utara. Akan tetapi pembahasan itu akhirnya tidak ditandatangani menjadi undang-undang. Dimana hampir setengah dari semua negara memiliki semacam pembatasan kepemilikan asing.
Mengenal Miliarder Chen Tianqiao
Berasal dari Provinsi Zhejiang, Chen memulai sebuah perusahaan game online, Shanda Interactive pada tahun 1999. Dalam lima tahun, apa yang dirintisnya telah menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di China dan terdaftar di Nasdaq AS.Chen menjadikan perusahaan itu private pada tahun 2012 dan memindahkan kantor pusat grup induknya dari China ke Singapura. Investasinya mencakup ekuitas publik dan swasta, modal ventura dan real estat, menurut situs web Shanda.
Lihat Juga :