Ganjar-Mahfud Dorong Revitalisasi BUMN Berbagi Peran dengan Swasta
Jum'at, 12 Januari 2024 - 12:58 WIB
loading...
Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan mendorong revitalisasi peran BUMN jika terpilih di Pilpres 2024. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan mendorong revitalisasi peran BUMN jika terpilih di Pilpres 2024. Badan usaha negara itu akan didudukkan sebagai perusahaan pionir untuk sektor-sektor yang belum digarap sepenuhnya oleh pihak swasta dan butuh insentif dari pemerintah.
"BUMN itu masuk ketika yang lain belum siap masuk, maka sebenarnya perannya sebagai pionir. Nanti kalau sudah, ini seperti stimulan saja. Kalau sudah kita lepas. Kan sebenarnya negara nggak mencari uang, tugasnya negara adalah memfasilitasi," kata Ganjar dalam dialog dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( Kadin ) di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga: Sejumlah BUMN Karya Bangkrut, Ganjar: Akibat Pembangunan Infrastruktur Besar-besaran
Ganjar menjelaskan, dalam konteks revitalisasi tersebut, BUMN hanya boleh memiliki anak usaha. Perusahaan-perusahaan pelat merah tidak boleh memiliki cucu atau bahkan cicit usaha. Hal ini dilakukan agar adanya pemerataan kesempatan antara perusahaan milik negara dengan perusahaan swasta dalam mendapat ceruk bisnis.
Menurut Ganjar, perusahaan pelat merah berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menggarap berbagai proyek. Utamanya, bagi proyek-proyek yang butuh insentif dari pemerintah.
Baca Juga: Mahfud MD Heran Proyek Infrastruktur Banyak, Tapi BUMN Karya Justru Kolaps
Peran pemerintah melalui BUMN, kata Ganjar, adalah membangun tata kelola yang baik, hingga menstimulasi agar proyek yang digarap bisa menggerakkan ekonomi. Sebagai langkah lanjutan, BUMN tidak memiliki cucu atau cicit perusahaan agar porsi perusahaan swasta bisa masuk.
"BUMN itu masuk ketika yang lain belum siap masuk, maka sebenarnya perannya sebagai pionir. Nanti kalau sudah, ini seperti stimulan saja. Kalau sudah kita lepas. Kan sebenarnya negara nggak mencari uang, tugasnya negara adalah memfasilitasi," kata Ganjar dalam dialog dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( Kadin ) di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga: Sejumlah BUMN Karya Bangkrut, Ganjar: Akibat Pembangunan Infrastruktur Besar-besaran
Ganjar menjelaskan, dalam konteks revitalisasi tersebut, BUMN hanya boleh memiliki anak usaha. Perusahaan-perusahaan pelat merah tidak boleh memiliki cucu atau bahkan cicit usaha. Hal ini dilakukan agar adanya pemerataan kesempatan antara perusahaan milik negara dengan perusahaan swasta dalam mendapat ceruk bisnis.
Menurut Ganjar, perusahaan pelat merah berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menggarap berbagai proyek. Utamanya, bagi proyek-proyek yang butuh insentif dari pemerintah.
Baca Juga: Mahfud MD Heran Proyek Infrastruktur Banyak, Tapi BUMN Karya Justru Kolaps
Peran pemerintah melalui BUMN, kata Ganjar, adalah membangun tata kelola yang baik, hingga menstimulasi agar proyek yang digarap bisa menggerakkan ekonomi. Sebagai langkah lanjutan, BUMN tidak memiliki cucu atau cicit perusahaan agar porsi perusahaan swasta bisa masuk.
Lihat Juga :